Showing posts with label Think Creative. Show all posts
Showing posts with label Think Creative. Show all posts

Saturday, March 31, 2018

Game Level 9: Think Creative (Day 10)

Mendelegasikan Tugas

Badan sudah mulai merasa tidak enak.. Sepertinya akumulasi dari padatnya kegiatan-kegiatan di weekend alias pergi-pergi terus. Ya matrikulasi offline, playdate, mengunjungi orang tua dan saudara, dan kopdar-kopdar lainnya. Harus ada yang berhenti dilakukan, ditunda pengerjaannya, tetap dikerjakan sendiri karena tidak bisa digantikan, dan tentunya mendelegasikan kepada yang bisa menggantikan.

Contohnya besok masih ada pertemuan review 9 matrikulasi offline.. Kemarin dan hari ini sudah full pergi-pergi. Sepulangnya ke rumah langsung muntah, batuk, demam, dan pegal-pegal. Badan sudah mengirim sinyal untuk beristirahat sepertinya.. Alhasil mencari cara agar amanah sebagai fasililitator tetap dapat terlaksana. Akhirnya meminta Mba Fitri sebagai guardian untuk menggantikan. Alhamdulillah bersedia, meskipun mengganti jam pertemuan.

Menjadi event organizer Playdate for Leader Camp juga akhirnya didelegasikan karena minggu depan sudah diajak Papi ke Bandung (ada dinas). Terima kasih Mba Adit yang sudah mau meneruskan. Dua minggu berikutnya sudah jadwal pergi ke LC. Jadi setidaknya menyediakan waktu untuk pemulihan seminggu sebelum berangkat ke Salatiga agar bisa 100% fit saat LC. Fyuuuh.. semoga lekas sehat kembali ya badan. Maafkan sudah diforsir beberapa minggu belakangan ini..

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Friday, March 30, 2018

Game Level 9: Think Creative (Day 9)

Mengumpulkan Dana untuk Leader Camp (LC)

Tanggal 20-22 April 2018 nanti insya Allah akan ada Leader Camp Ibu Profesional di Salatiga. Waaah.. Waktu dibuka pendaftaran cus langsung daftar. Ternyata biayanya lumayan juga yaa hehe.. Awalnya memang membayar dengan tabungan pribadi. Tapi kemudian ada yang namanya Expo LC dimana setiap kota berusaha untuk produktif agar dapat membiayai keberangkatannya masing-masing. Sempat terpikir mau buat mainan dari kardus tapi sepertinya memakan waktu dan tenaga yang lama dan besar, keuntungannya juga relatif tipis.

Lalu ada teman yang menyarankan untuk buat playdate saja. Pertamanya saya bilang belum dapat menyanggupi karena masih menjadi fasilitator kelas matrikulasi offline dimana setiap minggu ada pertemuan. Tapi membaca IP kota lain (baca: Depok) dapat memberikan tunjangan kepada pengurus yang berangkat ke LC, koq saya jadi mau juga yaa.. hehe..

Awalnya ada teman yang mengajak untuk berkunjung ke penerbit Noura Books. Harus minimal ada 30 orang supaya bisa berkunjung. Langsung saya ambil kesempatan itu untuk mencari dana LC. Meskipun awal-awal peluncuran playdate sepi peminat karena jadwalnya saat weekday, alhamdulillah mendekati hari H, kuota dapat terpenuhi, bahkan lebih. Kuncinya banyak-banyak share. Bila di grup member belum banyak peminat, sebarkan di media sosial komunitas, pribadi, pengurus, sampai grup-grup WA berbasis ibu-ibu yang haus kegiatan untuk anak-anaknya. Selain itu niat dan doa yang tulus insya Allah akan memudahkan jalannya.

Playdate kedua yaitu kitchen tour di Burger King. Yang ini lebih heboh lagi, 1 sesi dengan peserta 35 anak tidak cukup menampung antusiasme para Bunda. Sampai dibuat sesi 2-nya di esok harinya dan full seat juga 35 anak. Ditambah ada jajaran waiting list yang siap menampung apabila ada yang cancel. Masya Allah.. Alhamdulillah.. Terima kasih ya Bunda-Bunda yang sudah berpartisipasi. Semoga menjadi berkah dalam penggunaannya, mengantarkan kami para peserta LC ke Salatiga. Jazakumullah khairan katsira.. :D

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative


Thursday, March 29, 2018

Game Level 9: Think Creative (Day 8)

Memasak yang Ada di Kulkas

Kemarin Papi belum gajian hiks.. Walhasil sebisa mungkin memanfaatkan makanan yang ada di kulkas. Alhamdulillah masih ada lauk dan sayuran yang bisa dimasak. Di freezer ada ayam separuh, spicy chicken, dan egg roll. Di kulkas bawah ada kacang panjang, tempe, dan kentang. Alhamdulillah juga cabe, bawang, dan bumbu-bumbu masih ada. 

Masak apa ya hari ini? Akhirnya diputuskan masak ayam goreng dan tumis kacang panjang tempe. Masak ayam goreng dengan bumbu Racik hahaha.. Kalau tumis kacang panjang tempe mudah saja. Potong-potong tempe bentuk persegi panjang kecil-kecil lalu goreng. Potong-potong kacang panjang dan kemudian dicuci. Iris-iris bawang merah, bawang putih, dan cabai merah keriting. Panaskan minyak, tumis bawang dan cabe, masukkan kacang panjang, tempe, bumbu, dan air. Jadi deh! :D

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Game Level 8: Think Creative (Day 7)

Beres-beres Mainan

Hari ini Mami merapikan mainan-mainan hasil buat sendiri (kebanyakan dari printable) yang sudah mulai menumpuk dan berserakan dimana-mana. Cara merapikannya adalah sebagai berikut:
1. Simpan dan kumpulkan per permainan dalam plastik ber-seal (seperti kantong obat) dengan ukuran sedang.
2. Namai setiap permainan sesuai jenisnya, misalnya ini permainan mencocokkan (matching), permainan mengenal bentuk (shape), permainan matematika (math), dan sebagainya. Bisa juga menamai permainan berdasarkan sumbernya, misalnya ada yang dari buku Rumah Main Anak (RMA), dari Rabbithole, dari Mungilmu, dari Montessori, dsb.
3. Kemudian taruh dalam kontainer dan urutkan berdasarkan abjad penamaan tadi sehingga lebih mudah dicari jika ingin dimainkan kembali.

Waaah.. dengan begini, kamar menjadi jauh lebih rapi, anak-anak pun tinggal buka kontainer dan memilih permainan yang ingin dimainkan hari ini. Tidak lupa bersama-sama merapikan dan menaruh permainan kembali sesuai tempatnya jika sudah selesai bermain. :D

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Tuesday, March 27, 2018

Game Level 9: Think Creative (Day 6)

Kreatif Saat Macet

Hari ini pergi ke Planetarium Jakarta di Cikini. Naik motor ke stasiun Pondok Ranji, lanjut naik kereta ke Tanah Abang, lalu naik ojek online ke Planetarium. Di sana kami menonton ilustrasi langit dan benda-benda langit selama 30 menit. Pulangnya naik taksi online karena hujan. Ya Allah macetnya.. Nara yang duduk sama Mami sudah terlihat bosan di perjalanan. Harus melakukan berbagai macam cara supaya Nara tidak bosan. Mulai dari menceritakan berbagai hal dan suasana sekitar, menawarkan makanan dan minuman, sampai menjadikan barang yang ada sebagai mainan. Akhirnya setelah 2 jam perjalanan dari Planetarium ke Stasiun Tanah Abang sampai jugaaa. Fyuuuhhh..

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Monday, March 26, 2018

Resume Diskusi Bunda Sayang Level 9 "Kreativitas"

Ada yang berbeda dari materi bunsay kali ini. Yang biasanya materi berupa tulisan, kali ini materi berupa gambar-gambar yang menggelitik sisi kreativitas kita. Dimulai dengan gambar seperti tetris (kalau menurut saya). Menurut teman-teman yang lain ada yang menjawab berupa puzzle dan sebagainya. Dari gambar pertama saja sudah menunjukkan jawaban yang beragam, dimana setiap orang menjawab sesuai daya kreativitas dan imajinasi masing-masing.

Hal ini menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki jawaban masing-masing, keunikan masing-masing dan menyadarkan bahwa anak-anak kita pun seperti itu. Setiap hal yang dilakukan anak-anak adalah fungsi dari kreativitas masing-masing anak. Yang terkadang para orang tua menganggap aksi-aksi yang dilakukan anak-anak adalah suatu kenakalan atau keanehan. Padahal hal tersebut adalah bentuk kreativitas mereka. Bukan mereka yang harus berubah, melainkan kita yang harus mengubah sudut pandang kita.

Sering pula kita menyimpulkan sesuatu yang sepertinya sudah biasa. Ternyata setelah ditilik lebih lanjut, belum tentu yang sudah biasa tersebut jawabannya. Karena itu kita sebagai orang tua juga jangan banyak berasumsi atau buru-buru membuat pernyataan. Sebaiknya perbanyak pertanyaan agar anak dapat menjelaskan secara jelas (clear) dan tugas orang tua hanya mengklarifikasi (clarify) saja.

Dari 1 gambar, banyak interpretasi dari yang melihatnya. Begitu pula dengan anak-anak, jangan batasi pemikiran mereka. Biarkan mereka berpikir outside the box. Kalau anak-anak berbeda pemikirannya dengan orang tua, it's OK. Jangan memaksakan anak-anak dengan pemikiran yang sudah ada. Karena dengan berpikir out of the box, dapat tercipta ide-ide atau produk-produk baru yang sebelumnya belum pernah ada.

Ada 3 proses kreativitas, yaitu:
1. Evolusi: ide baru dibangkitkan dari ide sebelumnya
2. Sintesis: dua atau lebih ide yang ada digabungkan menjadi satu ide baru
3. Revolusi: benar-benar membuat perubahan baru dengan pola yang belum pernah ada

Tantangan yang sebenarnya adalah bukan bagaimana menjadikan anak-anak kreatif, melainkan bagaimana menjadi ibu yang kreatif. Apa saja yang menghambat selama ini dan bagaimana solusinya? Di tantangan 10 hari lah para Bunda akan ditantang menjadi mencari jawabannya. Semangat! :D

Game Level 9: Think Creative (Day 5)

Belajar Menjadi MC

Kemarin ada acara kopdar akbar matrikulasi batch 5 Tangsel. Mami mencoba menjadi MC dari acara tersebut. Sebelumnya Mami jaraaang sekali mengambil peran tersebut. Tetapi karena salah satu 6 peran dominan adalah COM atau Communicator, maka Mami mencoba memberi ruang kepada diri sendiri untuk mempraktikkan salah satu peran dominan tersebut dengan menjadi MC.

Menjadi MC haruslah benar-benar kreatif. Ketika rundown acara yang diberikan tidak sesuai dengan jalannya acara, MC harus kreatif agar acara tetap berlangsung dengan baik. Ketika ada waktu kosong atau menunggu karena hal teknis, harus pandai mengisi waktu sebisa mungkin agar acara tidak membosankan. Ketika tidak ada pertanyaan dari peserta, MC yang berinisiatif balik bertanya kepada peserta sambil bagi-bagi hadiah.

Alhamdulillah meskipun pada awalnya grogi dan sampai akhir acara banyak bertanya kepada pengurus lain, amanah menjadi MC dapat terselesaikan dengan baik. Lama kelamaan di akhir acara malah ketagihan untuk pegang mic dan meramaikan suasana haha.. Semoga ke depannya bisa mengasah lagi peran baru ini dan menjadi MC yang lebih baik lagi aamiin..

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Sunday, March 25, 2018

Game Level 9: Think Creative (Day 4)

Mencocokkan Bayangan

Nara yang baru berusia 1 tahun 10 bulan sudah pandai mencocokkan bayangan permainan seperti foto di bawah ini:

Nara bermain bayangan Paw Patrol

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Saturday, March 24, 2018

Game Level 9: Think Creative (Day 3)

Bermain dengan Macam-Macam Alat Transportasi Berat

Permainan hari ini

Meskipun Neta anak perempuan, dia sangat senang bermain alat-alat transportasi berat seperti mobil garuk, mobil semen, dan truk. Setelah Mami gunting gambarnya, Neta langsung bermain membuat ekspresi wajah di tiap mobil dengan menggunakan plastisin. Neta membuat ekspresi senyum dengan mulut melengkung ke atas, cemberut dengan mulut melengkung ke bawah, kaget dengan mulut berbentuk bundar, dan bosan dengan mulut berbentuk datar. Wah Neta sudah mengetahui macam-macam ekspresi wajah yaa.. Sayangnya waktu mau Mami foto hasilnya, Neta bilang tidak boleh hehe.. ya sudah tidak apa-apa. :)

Setelah itu Neta mengganti permainan, yaitu membuat cerita sendiri tentang jalan yang sudah rusak. Ada pagar pembatas dan segitiga pembatas. Kendaraan lain dilarang lewat karena mobil truk pengangkut, mobil semen, dan mobil garuk mau lewat. Neta memang senang sekali membuat cerita sendiri. Seringnya main orang-orangan atau rumah-rumahan. Dia seperti punya dunianya sendiri kalau sedang bercerita. Anak-anak memang punya daya imajinasi yang tinggi yaa. :D

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Friday, March 23, 2018

Game Level 9: Think Creative (Day 2)

Belajar Kata-Kata yang Menunjukkan Letak dengan Mainan dari Kardus

Mengenalkan kepada anak-anak kata-kata yang menunjukkan letak seperti di bawah, di atas, di sebelah, di antara, dan di dalam dapat dilakukan dengan permainan sederhana. Siapkan gambar apel dan ulat. Tempel gambar apel di kardus kemudian siapkan tali atau benang yang ditempelkan ke gambar apel dan gambar ulat, seperti foto di bawah ini:

Permainan apel dan ulat

Cara bermainnya bisa sambil bercerita. Misalnya "Halo, aku ulat. Aku ada di sebelah apel". Lalu arahkan ulat ke samping apel. "Aku suka memanjat, sekarang aku ada di atas apel". Gerakkan ulat ke atas apel. "Cilukba! Sekarang aku ada di bawah apel". Pindahkan ulat ke bawah apel. "Wah ada dua apel. Aku bisa bermain di antara dua apel." Letakkan ulat di antara dua apel. "Hmm, aku lapar. Aku makan dulu apel yang lezat ini. Sekarang aku ada di dalam apel!". Ulat pun dapat diletakkan di apel yang berlubang.

Paket permainan ini diambil dari Mungilmu Mini minggu ke-9. Kardusnya dari bekas kardus susu UHT, benangnya benang sulam Mami yang sudah tidak terpakai. Yuk manfaatkan barang-barang bekas atau yang ada di rumah untuk dijadikan mainan yang seru dan bermanfaat untuk anak-anak. Jangan lupa dilakbani gambar apel dan ulatnya supaya lebih awet. Lalu mainkan bersama sekeluarga!:D

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Thursday, March 22, 2018

Game Level 9: Think Creative

Membuat Mainan dari Kertas Lebih Awet

Bermain dengan anak-anak diupayakan agar rutin dilakukan setiap hari. Supaya lebih sederhana dalam persiapannya, saya berlangganan paket printable. Tinggal print, gunting, dan terkadang memerlukan bahan dan peralatan yang ada di rumah, jadi deh mainan baru tiap hari. :D

Waktu awal-awal menggunakan printable, tak jarang mainan cepat rusak karena terbuat dari kertas. Memang dianjurkan oleh supplier printable-nya untuk di-laminating supaya lebih awet. Sempat cek harga mesin laminating lumayan juga ya, paling murah sekitar 400 ribu rupiah. Belum dengan plastiknya, plus listriknya juga. Dan harus pandai menggunakannya karena plastik bisa menyangkut di mesin dan menyebabkan kerusakan. Apalagi mesinnya panas dan ada anak-anak di sekitar kita, harus ekstra hati-hati!

Setelah bertanya ke papinya anak-anak pun beliau bilang, kalau mau laminating ya ke tukang fotokopi saja. Langsung terbayang berapa budget yang harus disiapkan per hari kalau printable-nya mau di-laminating semuaaa hahaha.. Lho ini game cerdas finansial atau think creative ya? Beda-beda tipis soalnya antara hemat dan kreatif wkwkwk..

Kembali ke tantangan, harus cari cara nih supaya mainan tetap awet tapi kantong ga bolong. Yeayyy.. kutemukan solusinya! Yaitu pakai lakban bening saja untuk melapisi kertasnya. Memang sih jadi lebih repot, karena setelah menggunting harus melakbani setiap gambarnya satu-satu. Lumayan juga waktunya. Tapi Neta dan Nara jadi lebih tertarik untuk memainkannya.

Setelah beberapa kali melakbani satu per satu gambar, akhirnya ditemukanlah cara supaya proses melakbani ini jadi lebih cepat. Yaitu dengan langsung melakbani sekaligus beberapa gambar. Misal antara 2-4 gambar kita "jejer"-kan di lantai, lalu gambar tersebut dilakban sampai semua permukaan kertas tertutup oleh lakban. Jangan lupa sisi satunya lagi. Setelah itu, baru deh digunting satu per satu di setiap sisi gambar. Tapi gambar yang di-"jejer"-kan jangan terlalu banyak juga ya, soalnya khawatir hasil lakbannya menjadi tidak rapi.

Ini dia hasil lakban-melakban kemarin, gambar hewan-hewan yang ada di danau:

Gambarnya menjadi lebih awet setelah dilakban

Karena mainannya menjadi tidak mudah rusak, saat Papi pulang kerja pun, anak-anak, Mami, dan Papi bisa bermain bersama dengan mainan tersebut. :D

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative