Showing posts with label Fasilitator Bunda Sayang Batch 4. Show all posts
Showing posts with label Fasilitator Bunda Sayang Batch 4. Show all posts

Tuesday, October 8, 2019

Jurnal Fasilitator Bunsay Batch 4 Kelas Tangsel Offline Level 12


Di pertemuan kali ini saya digantikan oleh Mba Nani Nurhasanah karena masih dalam suasana berkabung setelah Bapak suami meninggal di tanggal 2 September.

Link dokumentasi pertemuan materi 12 dengan fasil mba Nani dapat dilihat di sini.

Yang menarik dari level ini adalah ada salah seorang mahasiswi yang mempertanyakan mengapa level terakhir ini temanya tentang keluarga multimedia. Beliau berpendapat, kurang sesuai dengan aspek pendidikan anak yang selama level 1-11 begitu kental. Kemudian saya menjawab, mungkin karena tugasnya tidak hanya mengenai aplikasi/teknologi mengenai pendidikan anak ya, bisa aplikasi/teknologi tentang manajemen diri/rumah tangga, produktivitas, dan yang bermanfaat bagi sesama/lingkungan. Jadi jika mau level ini lebih terasa "pendidikan anaknya", aplikasi/teknologi yang di-review oleh mahasiswi yang bersangkutan ya tentang aplikasi pendidikan anak. Alhamdulillah beliau menerima jawaban tsb dan menambah review-nya tentang aplikasi/teknologi pendidikan anak.


Saturday, September 21, 2019

Jurnal Fasilitator Bunsay Batch 4 Kelas Tangsel Offline Level 11


Pertemuan Review 10 & Materi 11

Minggu, 4 Agustus 2019 pukul 09.00-12.00 di rumah Mba Putri di daerah Reni Jaya.

Agendanya adalah review materi 10 terlebih dahulu.

Berikut adalah anekdot yang muncul:

1. Nia Hartania Rahayu
Menceritakan kisah pada zaman Rasulullah SAW tentang seseorang yang wafat dan wajahnya berubah menjadi babi karena semasa hidupnya tidak shalat. Kisah ini memberi pesan pada anak agar lebih rajin shalat wajibnya.

2. Iragita Novianti
Menggunakan kejadian sehari-hari dalam mendongeng. Misal anak tidak mau makan sayur, maka ceritakan dongeng tentang tokoh yang tidak mau makan sayur dimana pada akhirnya mau makan sayur.

Kemudian dilanjutkan dengan materi 11, dimana setiap peer group mempresentasikan topik yang dipilihnya mengenai Fitrah Seksualitas. Ada 4 peer group, maka ada 4 presentasi.

Peer Group 1 tentang Pemahaman Perbedaan Gender, berikut link materinya di sini.
Peer Group 2 tentang Peran Ayah dalam Pendidikan Anak, berikut link materinya di sini.
Peer Group 3 tentang Pendidikan Fitrah Seksualitas Sejak Dini, berikut link materinya di sini.
Peer Group 4 tentang Peran Orang Tua dalam Mendidik Fitrah Seksualitas, berikut link materinya di sini.

Setelah presentasi, dilakukan diskusi sebagai berikut:

  1. Nama: Nika Yunitri
  1. Pertanyaan: Mengapa tidak dianjurkan menyusui pumping dan sambal bermain gadget?
Jawaban: Menyusui langsung membuat bonding kelekatan antara ibu dan anak lebih dekat. Dengan melihat kontak mata langsung kita bias mendoakannya juga mengajaknya bicara yang juga merupakan salah satu menstimulasi bayi untuk berkomunikasi.
Stimulasi kepada bayi dilakukan dengan mengajaknya berbicara, menyentuh, atau mengajak senyum. Hal-hal seperti itu dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi atau bonding. Fokus kepada bayi juga akan membuat ibu dan bayi nyaman dalam proses menyusui. 
  1. Pertanyaan: Bagaimana jika orang tua menjalani kehidupan LDM (Long Distance Marriage)?
Jawaban: didekatkan dengan sosok pengganti seperti pamannya atau kakeknya, dan dengan adanya teknologi memanfaatkan fasilitas video call untuk tetap memantau perkembangan anak.

  1. Nama: Lusiana
  1. Pertanyaan: Bagaimana menyikapi anak laki-laki yang sedang mengalamin fase falik
Jawaban: Tahap falik adalah tahap dimana kenikmatan berfokus pada alat kelamin. Di masa ini anak laki-laki akan memainkan alat kelamin dan menikmati sensasinya. Fase falik ini sangat wajar dan normal, fase falic ini terjadi pada anak di usia 3-5 tahun. Pada fase ini, anak juga sudah mulai memperhatikan  adanya perbedaan antara alat kelamin perempuan dan laki laki. Pada fase falik ini juga anak mulai memperhatikan orangtua yang berbeda kelamin dengannya. Yang harus dilakukan orangtua adalah mendampinginya dan memberitahu batasan aurat untuk laki-laki dan perempuan. Juga memberitahu hanya dia yang boleh memegang auratnya sendiri. Di fase ini sebaiknya anak mulai mandi sendiri dan tidak mandi bersama orangtua atau saudaranya.
  1. Pertanyaan: Bagaimana mengantisipasi anak-anak yang belajar di pesantren yang terpisah antara laki-laki dan perempuan juga jauh dari pantauan orangtua? Berdasarkan pengalam pribadi ada teman yang melakukan hubungan sesama pria (gay).
Jawaban: Pada dasarnya usia anak pra dewasa adalah 15 tahun, tugas kita sebagai orangtua mendidik anak sehingga dapat dilepas untuk mandiri mulai usia 15 tahun. Tapi jika menyekolahkan anak ke pesantren dibawah usia 15th maka yang harus dilakukan adalah membekalinya dengan dasar agama yang kuat dan mencari sekolah yang mempunyai kesamaan visi dan misi, serta jangan lupa untuk terus mendoakan anak kita agar selalu dilindungi.
  1. Nama: Aisyah
Pertanyaan: Ciri-ciri anak baligh, perempuan dan laki-laki, lalu bagaimana cara menyampaikannya agar mereka siap?
Jawaban: Akil adalah kedewasaan anak secara akal, dan baligh adalah kedewasaan secara fisik. 

  1. Nama: Asrie
Pertanyaan: Bagaimana jika anak melihat orangtua ganti baju dan menanyakan pertananyaan mengenai organ tubuh lawan jenisnya (misal anak laki-laki melihat payudara ibunya).
Jawaban: Seperti pada fase falik karena anak mulai memperhatikan tubuhnya dan serta mulai tahu batasan aurat sebaiknya orangtua menghindari untuk berganti baju di depan anaknya. Jika lemari ada di ruang tidur anak maka sebaiknya berganti baju di kamar mandi.
Dokumentasi pertemuan:



Monday, September 2, 2019

Jurnal Fasilitator Bunsay Batch 4 Kelas Tangsel Offline Level 10


Pertemuan Review 9 & Materi 10

Sabtu, 13 Juli 2019 pukul 09.00-12.00 di rumah Mba Vivi di daerah Legoso.

Agendanya adalah review materi 9 terlebih dahulu.

Berikut adalah pertanyaan yang muncul:

Pertanyaan:

  1. Nama Lengkap : Aulia Rizviyanti
Pertanyaan : Apa perbedaan antara tidak kreatif dan malas?
Jawaban: 
Malas: keengganan dari dalam diri.
Sebenarnya tidak ada orang yang tidak kreatif, buktinya kita masih hidup sampai sekarang, mengatasi berbagai tantangan dan menemukan solusinya, itulah kreatif. 
Kreatif bukan hanya berarti bebikinan, crafting, DIY. Tapi berarti menghasilkan yang baru dan bermanfaat.
Jangan batasi diri sendiri, ucapkan "saya bisa mencobanya terus".

Kemudian dilanjutkan dengan materi 10. Ada beberapa anekdot dari para mahasiswi:
1. Nama Lengkap: Lusiana 
Mendongeng membangkitkan imajinasi. Untuk orang dewasa juga lebih mudah menyerap informasi melalui dongeng.

2. Nama: Sarah Fauzia
Dongeng bisa dilakukan sejak bayi dalam kandungan sebagai sarana interaksi antara orangtua dan anak, sebagai sarana belajar kosakata, sebagai sarana transfer ilmu.

3. Nama: Aulia Rizviyanti
Dongeng lebih mudah dicerna karena informasi melalui pendengaran lebih mudah diserap.

Kemudian dilanjutkan dengan aktivitas mendongeng dari gambar Harvest Moon ditampilkan oleh Mba Lusi:
(Peternak yang kekar tidak memiliki teman. Akhirnya ia berteman dan berlomba lari bersama teman-teman hewannya; sapi, kambing, dan anjing.)

Mendongeng:
 Belanja Gagasan, Perkaya Imajinasi.

Tugas:
Sambung cerita dari 3 gambar; Sarah, Mba Asrie, Mba Vivi. (Ada di video yaa)

Alat mendongeng bisa pakai:
- Wayang-wayangan
- Beruang sekeluarga
- Alat peraga lainnya seperti boneka tangan.

Ketika mendongeng, bisa sambil menceritakan kebiasaan atau cerita sehari-hari. Contoh: aku bangun pagi jam 5, lalu shalat, mandi, dan sarapan.
Hal ini bisa membangun kebiasaan baik.
Berikut dokumentasi pertemuan kali ini:









Sunday, July 21, 2019

Jurnal Fasilitator Bunsay Batch 4 Kelas Tangsel Offline Level 9


Pertemuan Review 8 & Materi 9

Sabtu, 15 Juni 2019 pukul 09.00-12.00 di rumah Mba Izza di daerah Setu.

Agendanya adalah review materi 8 terlebih dahulu.

Berikut pertanyaan yang muncul saat review:

Apakah zakat boleh diberikan kepada saudara ?

Jawaban: Ada 8 golongan yang berhak untuk menerima zakat, jika saudara mba termasuk dalam kriteria  8 golongan tersebut, boleh. Tetapi jika tidak, berarti bukan zakat, tetapi infaq atau sedekah.
Kemudian lanjut ke materi 9. Ternyata saat diberi tantangan menghubungkan 3 garis tanpa putus dengan melewati 9 titik, belum ada yang berhasil. Banyak juga yang tidak merasa kreatif dan mengira bahwa kreativitas itu identik dengan DIY.
Padahal kreativitas itu bisa terkait hal apa saja misalnya memasak dengan bahan yang hanya tersedia dikulkas itu sudah bentuk kreativitas. Ibu di rumah dan ibu bekerja pun membutuhkan kreativitas untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi.
Kreativitas tidak hanya soal crafting tapi bisa apa saja tergantung dari kemampuan, bakat, dan minat tiap orang.
Kemudian membahas contoh evolusi, sintesis, dan revolusi.
Contoh evolusi itu seperti perubahan bentuk kursi dari biasa menjadi kursi putar di kantor. Sedangkan sintesis menyatukan telepon dengan laptop agar dapat digunakan dimana saja menjadi handphone. Contoh revolusi adalah terciptanya ide gelas yang dapat dimakan terbuat dari agar-agar rumput lain. Sama dengan hadirnya sedotan yang terbuat dari aluminium dan bambu.
Berikut adalah dokumentasi pertemuan:



Saturday, July 13, 2019

Jurnal Fasilitator Bunsay Batch 4 Kelas Tangsel Offline Level 8


Pertemuan Review 7 & Materi 8

Minggu, 28 April 2019 pukul 13.00-15.00 di rumah Mba Nurul di daerah Serpong

Agendanya adalah diskusi review materi 7 terlebih dahulu, dilakukan per peer group.

Intinya, agar kita dapat menemukan bintang sang anak, maka orang tua harus punya discovering ability anak. Yaitu kemampuan menemukan potensi bakat anak. Setiap anak unik, dengan potensi masing-masing. Jadi peran orang tualah yang menemukan potensi dan mengembangkannya.

Diskusi Grup 1.
Menjelajahi ranah intrapersonal, yakni hubungan sang anak dengan diri sendiri. Bagaimana ia menemukan konsep diri, bagaimana ia mengenali kemampuan dirinya sendiri, dan kemampuannya menilai diri.
Comtoh: Sudah bisa menjabarkan tentang namanya, nama kedua orang tuanya, tempat tinggalnya di mana, suku bangsa, agamanya apa, etc
Lebih jauh lagi, ia dapat mengenal Tuhan yang telah menciptakannya.

Diskusi Grup 2.
Ranah interpersonal: menjelajah hubungan samg anak dengan sesama manusia.
Sebelum mengenalkannya dengan lingkungan luar, orang tua harus menyiapkan dulu di rumah, memberikan pendidikan bagaimana perilaku yang harus dilakukan saat bersosialisasi.
Biasanya, saat anak berada di tempat yang ramai dan banyak teman baru, ia akan melakukan hal berikut:
>anak mengamati lingkungannya
>anak beradaptasi dengan lingkungan
>anak bertindak. Ia memutuskan untuk bertindak seperti apa terhadap lingkungannya
Output-nya dari belajar bersosialisasi adalah kemampuan beradab dan bicara yang baik.
Adab: untuk bertindak hal yang patut dan menghindari tindakan yang tidak patut.
Bicara: untuk dapat mengutarakan dengan baik apa yang ingin ia sampaikan.

Tugas orang tua adalah untuk mencari teman yang baik.

Diskusi Grup 3.
Change factor
Ketika anak mengerti dirinya dan sudah dapat bersosialisasi dengan lingkungan, diharapkan selanjutnya anak mengerti tujuannya, tujuan hidupnya.
PR selanjutnya orang tua adalah menyiapkan anak untuk siap berubah.
Dari belum bisa menjadi bisa.
Berubah dengan kesadaran dirinya sendiri, bukan dipaksa.
Belajar keluar dari zona nyaman untuk berubah.
Kemudian ia mampu memimpin dirinya sendiri untuk berubah.
Sehingga nantinya akan membawa lingkungan kepada perubahan yang lebih baik.

Diskusi Grup 4.
Hubungan dengan penciptanya.
Menjelajah bagaimana hubungan anak dengan penciptanya. Ini adalah poin di mana anak-anak belajar mencari dan menemukan visi misi hidupnya.

Kemudian dilanjutkan sharing tentang pengelolaan keuangan keluarga.
  1. Sarah Fauziah
  • Mencatat pendapatan dan pengeluaran per bulannya dengan menggunakan aplikasi di handphone ataupun metode lama menggunakan excel secara terperinci (termasuk aset, investasi berjalan, sampai jajan jajan kecil harus tercatat)
  • Mengenalkan anak untuk menabung sejak dini dengan cara memasukan setiap uang koin yang ada ke celengan dan menjelaskan tentang asal uang (dari ayah bekerja) agar anak mengerti uang berasal dari jerih payah sang ayah sehingga anak menghargai penggunaan uang itu sendiri agar digunakan sesuai kebutuhan.
2. Nika Yunitri
  • Mengatur pandapatan dengan membagikan ke amplop sesuai dengan pengeluarannya masing-masing, sehingga teratur karena masing sudah punya pos sendiri-sendiri.

3. Nia Hartania 
  • Menyiasati pengeluaran yang berlebih, misalkan pada hari itu jajan banyak, maka pada hari berikutnya tidak jajan sama sekali. Sehingga  tidak melebihi batas budget pengeluaran perharinya.

4. Siti Fatimah 
  • Mengajarkan anak menabung sejak dini, sehingga ketika ia mau membeli mainan, anak bisa menggunakan uang sendiri sesuai dengan hasil yang ia tabung.

Berikut dokumentasi pertemuan kali ini:






Sunday, May 12, 2019

Jurnal Fasilitator Bunsay Batch 4 Kelas Tangsel Offline Level 7


Pertemuan Review 6 & Materi 7

Minggu, 31 Maret 2019 pukul 13.00-15.15 di rumah Mba Ni'mah di daerah Jombang (tidak jadi di Bale 23 karena Mba Ni'mah menawarkan rumahnya sebagai tempat pertemuan, tidak jauh dari Bale 23)

Agendanya seperti biasa diawali pemaparan aliran rasa oleh peserta, lanjut review materi 6 (menstimulus anak suka matematika).

Lalu pemaparan materi 7 (semua anak adalah bintang), dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Berikut resumenya:

Pertanyaan:

1. Mbak Gita
Saat anak tertarik otomotif, tapi ibunya tidak terlalu paham otomotif, bagaimana cara mengembangkan bakatnya? Pas anak nanya sesuatu bingung jawabnya..
Jawaban:
Untuk mengembangkannya bisa dengan cara membuat project bareng ayah, atau mentor khusus. Misalnya ayah sedang tidak ada, kita ajak anak diskusi ketika ayah sudah pulang. Sambil menunggu ayah pulang mungkin mamanya bisa googling dulu :D

2. Mpok Time
Gimana mengembangkan bakat Azka yang suka banget main lego?
Jawaban:
Bisa diajak bergabung grup yang konsepnya mirip dengan bermain lego, misal grup robotik.

3. Nurul
Bagaimana kalo orang tua membandingkan anak-anaknya dengan maksud memotivasi?
Jawaban:
Boleh saja asal jangan terlalu sering, jangan tiap hari.

4. Mbak Vivi
Usia berapa tahun batas untuk menentukan bakat anak?
Jawaban:
Tidak ada batasan
Menentukan bakat anak tidak ada batasan. Ya bisa dibayangkan, kita sendiri saja sudah dewasa begini kadang bingung sama potensi dan bakat kita apa :D
Berikut adalah foto saat pertemuan. Cuma 1 dan tidak lengkap personilnya karena lupa mau foto-foto, sudah pada pulang duluan.

Thursday, March 7, 2019

Jurnal Fasilitator Bunsay Batch 4 Kelas Tangsel Offline Level 6



Pertemuan Review 5 & Materi 6
Sabtu, 9 Februari 2019 pukul 9-12 di Taman Menteng Bintaro (tidak jadi di rumah Mba Gita karena anak Mba Gita sedang sakit)


Agendanya seperti biasa diawali pemaparan aliran rasa oleh peserta, lanjut review materi 5 (menstimulus anak suka membaca). 

Lalu pemaparan materi 6 (menstimulasi anak suka matematika), dilanjutkan dengan diskusi peer group. Peer Group 1 dan 2 membahas contoh matematika logis yang dapat ditemukan di dalam rumah. Peer Group 3 dan 4 membahas contoh matematika logis yang dapat ditemukan di luar rumah.

Hasil diskusi
Contoh matematika logis yang dapat ditemukan di dalam rumah adalah:
  • Bermain ukuran bola-bola di dalam rumah (jika memiliki berbagai macam bola atau mainan-mainan sejenis yang berbeda ukuran)
  • Menggenggam beras untuk mengetahui jumlahnya 
  • Menghitung jumlah sisi bangun ruang (benda- benda yang ada di dalam rumah) 
  • Mencocokkan bentuk (dengan mainan mencocokkan bentuk) 
  • Menuang air dari satu wadah ke wadah lain 
  • Mengisi air ke dalam gelas 
  • Menghitung jumlah anak tangga 
  • Bermain bola atau mainan lain dengan ukuran berat yang berbeda (konsep berat-ringan) 
  • Bermain pink tower 
  • Bermain Rainbow Curve 
  • Bermain peran berbelanja 
Contoh matematika logis yang dapat ditemukan di luar rumah adalah:
  • Membandingkan benda-benda (ukuran roda mobil satu dengan lainnya, tinggi gedung satu dengan lainnya, dll)
  • Belajar konsep bentuk, warna, ukuran (bentuk roda mobil adalah lingkaran, dll) 
  • Belajar berbelanja ke warung (jenis, harga, dan jumlah belanjaan) 
  • Mengendarai sepeda (mengukur kecepatan, jarak) 
  • Mengklasifikasikan benda (menghitung mobil berdasarkan warna, gedung berdasarkan bentuk, rambu-rambu lalu lintas berdasarkan bentuk, dll) 
  • Menghitung tangga yang dinaiki 
  • Melewati jembatan untuk mengetahui jaraknya 
Berikut adalah foto-foto saat pertemuan:

Presentasi hasil diskusi

Serius menyimak

Foto sebelum pulang 

Gaya bebas!

Sampai berjumpa di level 7, bunsay! :)