Showing posts with label Bunda Sayang. Show all posts
Showing posts with label Bunda Sayang. Show all posts

Saturday, July 7, 2018

Game Level 12: Keluarga Multimedia (Day 2)

Setelah libur lebaran, tugas-tugas yang hadir semakin banyak dan bertumpuk. Apalagi tugas-tugas IIP (oopsss.. hehe), terutama tugas sekretaris. Kalau tidak ditulis pasti banyak lupanya. Belakangan ini masih menulis tugas-tugas yang harus diselesaikan setiap harinya secara manual di pocket diary tahun 2018. Selama ini alhamdulillah tidak ada masalah, asal rajin update kalau ada tugas baru dan centang setelah selesai (fyuuuh.. suka banget bagian mencentang ini). Tetapi namanya kertas, kalau dilihat sama anak-anak (terutama Nara), ikut-ikutlah mereka menulis di situ. Ini penampakan catatan tugas harian saya:

Bagus ya? @_@

Jadi pingin punya pocket diary di HP supaya rapi dan ga dicorat-coret. Coba googling "aplikasi daily planner". Muncullah sebuah review dimana ada nama Todoist di artikel tersebut. Coba ahhh.. 

Cukup sederhana dan mudah memasukkan tiap kegiatannya. Tinggal klik tanda tambah di pojok kanan bawah, tulis nama kegiatan, pilih tanggal, termasuk kegiatan inboxpersonal, belanja, atau pekerjaan, dan pilih prioritas 1-4, jadi deh! Untuk opsi label, kolaborasi, komentar, dan file uploads hanya tersedia untuk layanan premium. Berikut tampilan to do list saya hari ini:

Pekerjaan saya sehari-hari haha..

Bila sudah selesai mengerjakan pekerjaan yang ada di list, bisa dicentang juga dengan meng-klik kegiatan terkait. Kemudian akan muncul tanda centang. Klik tanda centang untuk merasakan sensasi bahagia selesainya tugas! (Haha.. lebay). Berikut tampilannya:

Tanda centang yang sangat saya sukai

So far sih aplikasi ini sangat membantu dan user friendly. Tinggal mencoba memasukkan kegiatan-kegiatan ke depan selain hari ini. Semoga saja dapat meningkatkan produktivitas saya sehari-hari ya! :)

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia 

Friday, July 6, 2018

Game Level 12: Keluarga Multimedia (Day 1)

Hari ini suami request untuk dimasakkkan steamboat. Hmm.. sebenarnya saya kurang doyan dengan steamboat buatan saya sendiri hehe.. Bukan pure saya yang buat sih.. Pakai merk Cedea yang praktis, sudah ada sausnya juga, tinggal cemplang-cemplung, paling tambah rebus sayuran dan mie. Tapi karena itu rasanya seperti ada yang kurang.

Oleh karena itu, jadi pingin coba cara masak yang berbeda supaya saya doyan makanan yang di-request Paksu. Googling-lah dan seperti biasa resep-resep Cookpad selalu muncul di paling atas hasil pencarian. Sebenarnya sudah lama intip resep-resep yang ada di Cookpad, tapi belum unduh aplikasinya. Coba ah unduh, pingin tau juga kalau di aplikasinya seperti apa.

Yang pertama dilakukan di aplikasi Cookpad setelah diunduh adalah search "steamboat cedea" dan keluarlah 7 resep berbahan steamboat tersebut. Baca sekilas semua resep, dipilihlah yang menurut saya paling sederhana (dari segi bahan dan cara membuatnya) hehe.. Setelah itu tulis bahan-bahan yang tidak ada di rumah, baru ke warung untuk belanja. Masaknya sebelum waktu makan siang.

Saatnya eksekusi resep sambil buka Cookpad haha.. Hampir semua bahan dan langkahnya saya ikuti, sedikit modifikasi saja menyesuaikan dengan bahan-bahan yang ada dan hasil rasa di akhir. Setelah selesai memasak, bisa pilih opsi recook dan setor foto plus komentar dari resep yang diikuti. Ini dia hasilnya:

Hasil Recook

Tidak lama setelahnya, ada notifikasi masuk dari Cookpad. Wah ternyata si empunya resep memberikan komentar hasil recook-nya! Senangnya hihihi..

Terima kasih Mba Noni untuk resepnya! :D

Setelah itu coba ulik ada apa lagi sih di aplikasi ini. Ternyata mirip Facebook ya timeline-nya. Hanya saja isinya memang foto masakan semua hehe.. Ada yang terbaru dan ada yang terpopuler. Bisa like dan simpan resepnya. Bisa edit profil juga, tambah foto, lokasi, dan testimoni seputar dunia masak. Seru yaa! Tinggal coba upload resep sendiri nih! ;)

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia 

Friday, May 4, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 11)

Setor lagi ahhh satu, karena ada sehari kemarin yang hanya setor properti, mau dongeng anaknya udah tidur hehehe.. Dongengnya masih seputar kupu-kupu seperti kemarin.

Dua kupu-kupu sedang terbang mencari bunga untuk sarapan hari ini.
Indah dan cantik.
Padahal dulunya kupu-kupu berasal dari ulat dan kepompong.
Ulat yang bikin geli dan kepompong tempat tidur sebelum menjadi kupu-kupu yang indah.
Ternyata sesuatu yang indah awalnya bisa dari yang kurang indah yaa..
Sama seperti manusia, bisa menjadi lebih indah dari yang sebelumnya belum indah.
Yuk jadi indah bersama-sama. :)

Nilai yang ingin ditanamkan adalah agar menjadi lebih baik dari ke hari. Tidak apa awalnya belum indah, yang penting terus berproses menjadi lebih indah setiap harinya. Mantaaap.. :D

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Thursday, May 3, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 10)

Hari ini tadi saya marah-marah sama anak-anak hiks.. Karena anak-anak tidak berhenti berebutan mainan. Dan setelahnya selalu ada perasaan bersalah plus merasa gagal menahan emosi jiwa hiks..

Lalu teringat hari ini belum mendongeng. Ada properti bunga dan kupu-kupu. Tidak difoto karena sedang tidak mau memfoto hee.. Jumlah bunga ada empat buah dan kupu-kupu enam buah. Langsung terbersit suatu dongeng, untuk menanamkan nilai agar tidak berebutan mainan (berbagi).

Dua ekor kupu-kupu sedang terbang mencari bunga untuk makanannya pagi ini.
Kupu-kupu pertama menemukan bunga terlebih dahulu.
Ia pun hinggap di bunga tersebut.
Kupu-kupu kedua juga ikut hinggap di bunga yang sama.
Lalu mereka berdua berebutan makanan di bunga yang sama.

Ada kupu-kupu ketiga memanggil mereka.
"Ayo ke sini, di sini ada taman bunga. Semuanya bisa mendapatkan masing-masing satu bunga tanpa berebutan.".
Dua kupu-kupu yang sedang bertengkar pun datang ke taman bunga.
Mereka kemudian hinggap di bunga yang berbeda dan dapat makan dengan damai.

Semoga anak-anak bisa belajar berbagi seperti kupu-kupu ketiga ya.. Aamiin..

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Wednesday, May 2, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 9)

Dongeng hari ini diambil dari cerita pendek Mungilmu Mini minggu ke-11. Judulnya "Keluarga Semut".

Empat semut pekerja memakai helm di kepala.
Hap. Hap. Hap.
Ayo berangkat!
Mari membangun sarang dengan riang.

Dua semut pencari makan pulang membawa buah-buahan.
Nyam. Nyam. Nyam..
Sehat dan lezat!

Tiga semut tentara berbaris gembira.
Hop! Hop! Hop!
Ayo kita berjaga-jaga mengamankan keluarga.

Satu ratu semut tersenyum bahagia.
Keluarganya saling sayang dan bekerja sama.
Bagaimana dengan keluarga manusia?
Apakah saling sayang juga? Tentu saja!

Nilai/hikmah dongeng di atas adalah agar saling menyayangi dan bekerja sama, utamanya dalam keluarga. Kalu soal bekerja dengan riang seperti semut lebih cocok ditujukan untuk orang dewasa. Kalau anak-anak, mereka senantiasa bekerja (bermain) dengan riang. Memang, anak-anak adalah guru terbaik untuk orang tuanya. Tidak jarang yang dewasa justru belajar kepada yang lebih belia. :)

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Tuesday, May 1, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 8)

Hari ini mendongeng dengan menggunakan properti domba yang ada di foto tiga hari lalu. Nilai/karakter yang ingin ditanamkan yaitu tidur jangan terlalu malam. Domba seharian telah bermain, kini saatnya ia pergi tidur. Wah, ternyata ia sulit tidur. Akhirnya ia pun berhitung dari satu sampai sepuluh agar bisa tidur. Selain itu, ia juga tidak tidur siang terlalu lama sehingga tidur malamnya tidak kemalaman.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Monday, April 30, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 7)

Hari ini mendongeng dengan bantuan properti gambar-gambar ekspresi:

 Ada ekspresi senang (1), sedih (2), horeee! (3), tersenyum (4)

Ada juga ekspresi takut (5), mual (6), kaget (7), dan marah (8)

Nilai/karakter yang ingin ditanamkan kepada anak-anak adalah agar anak-anak memahami jenis-jenis emosi dan ekspresi. Dongeng kali ini lebih seperti tanya jawab dan bercerita antara Mami, Papi, Neta, dan Nara. Berikut ceritanya:

Ekspresi 1
Mami: "Wah ini mukanya terlihat senang, Neta senang kalau sedang bagaimana?"
Neta: "Kalau dapat kue, Mami."
Mami: "Wah, enak yaa dapat kue." :)

Ekspresi 2
Mami: "Kalau ini sedang menangis, berarti dia sedang merasa apa ya?"
Neta: "Sedih, Mami."
Mami: "Kalau Neta merasa sedih bila sedang apa?"
Neta: "Kalau ga dibeliin mainan."
Mami: "Membeli mainan sesuai keperluan saja ya Neta, tidak harus semua keinginan terpenuhi." :)

Ekspresi 3
Mami: "Kalau ini ekspresi apa ya, Papi?"
Papi: "Seperti sedang senang karena mendapatkan sesuatu."
Mami: "Kalau Papi senang mendapatkan apa?"
Papi: "Sesuatu yang diinginkan pastinya."

Ekspresi 4
Mami: "Gambar ini sedang tersenyum. Biasanya saat kapan kita tersenyum?"
Mami: "Saat menyapa orang lain ya?"

Ekspresi 5
Mami: "Yang ini seperti sedang takut. Biasanya Neta takut saat apa?"
Neta: "Saat ada petir, Mami."
Mami: "Tidak perlu takut, petir tandanya akan hujan. Dan kita ada di dalam rumah, sedangkan petir di luar."

Ekspresi 6
Mami: "Kalau ini ekspresi apa?"
Neta: "Seperti mau muntah, Mami."

Ekpresi 7
Mami: "Kalau ini sedang kaget. Biasanya kaget karena apa?"
Neta: "Karena dikagetin oleh Kakek."

Ekspresi 8
Mami: "Kalau ini sedang marah ya. Neta suka marah saat apa?"
Neta: "Kalau ga boleh nonton TV."
Mami: "Menonton TV ada waktunya ya, Neta. Sehari sejam saja." :)

Demikianlah percakapan-percakapan singkat kami sekeluarga ketika mengenal berbagai macam ekspresi. :D

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Sunday, April 29, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 6)

Hari ini mendongeng menggunakan properti yang kemarin, yaitu topeng-topeng hewan. Nilai/karakter yang ingin ditanamkan yaitu agar anak-anak rajin menggosok gigi sebelum tidur malam. Kalau Neta sudah cukup rajin menggosok gigi setiap harinya, hanya terkadang dia belum mengantuk jadi belum mau gosok gigi. Kalau Nara baru ikut-ikutan Kakak Neta saja bila Kakak Neta sedang gosok gigi hehehe.. 

Berikut dongengnya:

Kelinci mengajak Panda untuk menggosok gigi sebelum tidur malam. Tapi Panda tidak mau, dia malah langsung tidur. Kelinci pun berkata, "Nanti ada monster-monster dalam mulut lho.". Tetapi Panda tetap pergi tidur tanpa menggosok gigi terlebih dahulu.

Keesokan paginya.. "Aduh, gigi aku sakiiit.", kata Panda. "Nah benar kan, kemarin kamu tidak gosok gigi sih, Panda.", kata Kelinci. "Iya nih...", Panda pun meringis kesakitan. "Sekarang yuk sikat giginya, supaya tidak sakit lagi. Dan jangan lupa sebelum tidur harus gosok gigi dulu yaa..", ajak Kelinci.

Setelah didongengi, kami sekeluarga sikat gigi deh. :)

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Saturday, April 28, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 5)

Hari ini properti dongeng sudah siap tapi apa daya, hampir seharian pergi keluar rumah dan ketika sampai di rumah malam hari, anak-anak sudah pingsan. Huaaa.. belum sempat mendongengnya.. Tidak apa ya Teh Chikaaa, maafkan huhu.. Berikut propertinya:

Properti topeng hewan dan domba

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Friday, April 27, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 4)

Hari ini properti dongeng Mami seputar "bersih-bersih":

Ada sapu, spons, ember, alat pel, sikat, dan tempat sampah

Nilai yang ingin ditanamkan adalah tentang pentingnya kebersihan. Cerita bermula ketika rumah Neta sudah sangat kotor, debu-debu menumpuk, jendelanya juga sudah lama tidak dibersihkan. Ayo pertama-tama kita sapu dahulu. "Wuuus, wuuus, wuuus, sampai bersih.". Berikutnya membersihkan jendela dengan air dalam ember, spons, dan juga sikat. "Sampai bersih, sampai bersih.". Jangan lupa mengepel lantainya supaya lantai kembali bersih dan berkilau. "Iuuu..". Sampah yang sudah menumpuk pun jangan lupa ditaruh di tempat sampah ya. Sekarang rumah Neta sudah bersih deh!

Untuk Nara sekalian diperkenalkan juga dengan peralatan aslinya. Wah dia sangat senang menyapu dengan sapu yang asli. Seperti Mami ya rajin menyapu! Hehehe.. :D

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Thursday, April 26, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 3)

Hari ini mendongeng dengan dibantu gambar benda-benda seputar cuci-mencuci dan menyetrika:

Ada tumpukan cucian, mesin cuci, gantungan baju, deterjen, pelembut, papan setrika, dan setrika

Nilai yang ingin ditanamkan kepada anak-anak adalah kemandirian, utamanya anak-anak dapat menaruh pakaian kotornya sendiri ke ember tempat baju kotor. Untuk proses mencuci dilakukan oleh Papi, sedangkan mengangkat jemuran, melipat, dan menyetrika oleh Mami. Anak-anak sesekali suka membantu merendam pakaian dan menaruh pakaian masing-masing yang sudah rapi ke lemari masing-masing.

Dongengnya tentang tahapan-tahapan dari baju kotor menjadi baju yang bersih dan rapi. Pertama-tama taruh pakaian kotor ke ember tempat cucian, lalu saat mau mencuci pakaian direndam. Setelah itu masukkan ke mesin cuci, tambahkan deterjen dan pelembut. Mesin cucinya pun berputar, "wuuuzzz.." bunyinya. Setelah itu proses pembilasan dan pengeringan. Kalau sudah selesai ada lagunya deh

Setelah itu, pakaian-pakaian dijemur dengan gantungan hingga kering. Kalau sudah kering, disetrika di atas papan setrika. Baju pun semuanya rapi! :D

Hehehe.. dongengnya real banget yah.. Ga ada fiksi-fiksinya hihihi.. Tapi alhamdulillah anak-anak senang setiap hari dibuatkan properti-properti sederhana seperti ini dan senang juga diceritakan "dongeng" kegiatan sehari-sehari. :)

Semoga dapat meninggalkan memori kemandirian untuk anak-anak yaa..

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Wednesday, April 25, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 2)

Alhamdulillah, hari ini Neta tidak terlambat datang ke sekolah. Wah cukup efektif ya kegiatan mendongeng untuk mempengaruhi anak secara positif hehehe..

Hari ini mendongengnya dengan bantuan gambar benda-benda yang ada di sekitar dapur:

Ada kulkas, blender, panci, teflon, talenan, pisau, parutan, sodet, cangkir, dan teko

Hmm.. nilai yang mau ditanamkan kepada anak-anak adalah tentang makan yang tidak boleh lama dan harus habis (tidak baik menyisakan makanan). Dongeng bermula ketika Mami harus masak. Sayuran dan lauk diambil dari kulkas. Lalu potong-potong sayuran di talenan dengan menggunakan pisau. Kemudian masak wortel menjadi sayur sop di panci. Setelah itu goreng sosis di teflon dengan dibantu sodet. Supaya lebih lezat, sosis ditaburi keju dengan cara diparut menggunakan parutan. 

Di kulkas juga ada buah-buahan yang bisa dijus menggunakan blender. Ngggggg... Suara blender menderu. Neta mau jus stroberi katanya. Ada juga teko dan cangkir untuk tea party. Wah alhamdulillah, makanan dan minuman untuk kita sekeluarga tercukupi. Rezeki yang patut kita syukuri setiap hari. 

Proses pembuatan makanan dan minuman hingga bisa dikonsumsi cukup panjang juga yaa.. Oleh karena itu, bila makan atau minum habiskan yaa! Dan jangan lama-lama juga makannya, supaya makanan bisa tetap lezat dinikmati. :D

Sekian dongeng untuk hari ini. Semoga Neta dan Nara dapat makan sesuai waktunya dan habis selalu. Aamiin!

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Tuesday, April 24, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 1)

Alhamdulillah, bisa mulai mengerjakan Tantangan Bunsay setelah mengikuti Leader Camp. :D 

Kali ini games-nya tentang mendongeng yang mengandung nilai karakter, yang ingin kita tanamkan kepada anak-anak. Wah pas sekali! Beberapa waktu terakhir ini, Neta sering terlambat datang ke sekolah. Neta bangunnya sering kesiangan, sarapannya lama, dan mandinya sambil bermain. Mami pun mencoba mendongeng seputar berangkat ke sekolah tepat waktu plus ingin menanamkan kemandirian juga kepada Neta untuk menyiapkan perlengkapan sekolah secara mandiri. Mami dibantu keluarga Beruang dalam proses mendongeng:

Papi Beruang-Kakak Beruang-Bayi Beruang-Mami Beruang

Cerita bermula di pagi hari. Mami Beruang membangunkan Kakak Beruang untuk bersiap ke sekolah. "Kakak Beruang, ayo bangun, sudah waktunya bersiap ke sekolah.", kata Mami Beruang. Kakak Beruang menjawab, "Baik, Mami.". Lalu Mami Beruang bertanya, "Kakak mau sarapan atau mandi terlebih dahulu?". Kakak menjawab, "Sarapan, Mami.". Mami pun melanjutkan, "Baik, kita sarapan selama 30 menit ya, Kak. Setelah itu Kakak mandi, ya.". "Baik, Mami.", jawab Kakak Beruang.

Kakak Beruang pun selesai makan dan mandi. "Saatnya mempersiapkan keperluan sekolah ya, Kak.", kata Mami. "Baik, Mami.", jawab Kakak Beruang. "Perlengkapan apa saja yang dibawa, Kak?", tanya Mami. "Bekal minum, susu, dan buku tabungan, Mami.", jawab Kakak. "OK, Kakak siapkan sendiri ya.", pinta Mami. "Baik, Mami", jawab Kakak.

Selesai menyiapkan perlengkapan, Kakak Beruang pergi sekolah. Sebelumnya salam dulu dengan Papi, Mami, dan Bayi Beruang. :D

Waaah, Neta senang sekali diceritakan dongeng ini. Setelahnya, Mami dan Neta membuat kesepakatan supaya besok Neta bangun jam 6 pagi, kemudian sarapan selama 30 menit, mandi 30 menit, dan menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri selama 30 menit. Pukul 07.30 Mami antar deh  ke sekolah. Neta pun mengiyakan kesepakatan tersebut. Semoga besok tidak terlambat lagi yaa ke sekolahnya. :)

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Friday, February 16, 2018

Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 15)

Kamis, 15 Februari 2018

Hari ini ada sesi sharing dari Mba Eria, peserta Bunsay Batch #2 Banten, yang tulisannya tentang cerdas finansial menjadi viral di Facebook. Masya Allah, sangat legowo sekali dengan pemberian nafkah dari suami. Diusahakan agar tidak pernah meminta lagi meskipun uang belanja sudah habis di tengah bulan. Jadi berkaca pada diri sendiri alias makjleb karena saya masih suka meminta lagi dan tidak jarang menuntut.

Dulu, waktu saya masih bekerja di ranah publik, sama sekali tidak pernah meminta kepada suami karena alhamdulillah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri. Sempat keranjingan belanja online juga dan layaknya perempuan pada umumnya, sangat senang sekali membeli baju, kerudung, dan sepatu. Sampai saat diharuskan menjadi ibu yang bekerja di ranah domestik, semua baju, kerudung, dan sepatu yang sudah ditumpuk di lemari dan rak sepatu sama sekali tidak terjamah dan menjadi mubazir. Alhamdulillah sudah disadarkan bahwa hal tersebut tidak penting, dan akhirnya banyak didonasikan ke teman atau saudara yang dengan suka cita menampung.

Berlanjut ke tahap belajar cerdas finansial selanjutnya, saya masih suka belanja buku anak yang mahal-mahal dengan tabungan yang masih dimiliki hasil uang pesangon. Memang, pesangon itu dipakai juga untuk melunasi hutang-hutang yang sebelumnya saya ambil karena merasa dapat membayar cicilannya setiap bulan. Tetapi sisanya yang ada, masih saya gunakan untuk memenuhi hasrat belanja atau makan-makan dan jalan-jalan. Sampai akhirnya tabungan itu habis dan tidak bersisa. Dari situ saya belajar banyak, memulai hanya mengandalkan penghasilan suami untuk kehidupan sehari-hari dan sudah tidak bisa fleksibel dalam berbelanja, makan, atau jalan-jalan.

Dan ternyata perjalanan itu tidak mudah, tidak jarang uang belanja sudah habis dan suami akan menambahnya di akhir bulan hasil pekerjaan sampingan atau jualan. Dari situ saya berpikir bagaimana caranya agar tidak habis di tengah bulan. Sudah sekitar 4 bulan ini, keuangan keluarga bisa lebih sehat. Ada terus sampai akhir bulan karena saya menerapkan pos-pos belanja dan menepatinya setiap hari. Alhamdulillah.. Cerdas finansial adalah perjalanan panjang bagi saya sendiri, semoga dapat memberikan pengertian kepada anak-anak lebih dini. Karena sejatinya, kebahagiaan bukan hanya seputar uang. Masih banyak rezeki lainnya yang jauh membuat hidup lebih bahagia. Kesehatan, suami penyayang, anak-anak sehat, ceria, dan cerdas, serta keluarga yang utuh. It's priceless!

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Thursday, February 15, 2018

Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 14)

Akhir-akhir ini Neta sering sekali meminta sesuatu yang random. Coklat, kentang, jam tangan, ban renang, dan barang-barang atau hal-hal lainnya. Setelah ditanyakan kepada Neta, kenapa tiba-tiba suka meminta hal-hal tersebut adalah karena temannya di sekolah juga punya/bawa. Wah padahal baru kelas TKA, tapi peer pressure sudah begitu kental mengena pada anak. Mungkin karena Neta bukan anak yang dibiasakan kekinian dengan barang-barang terbaru atau cemilan enak, dia jadi mudah terpengaruh juga.

Akhirnya Mami berikan pengertian kepada Neta, apakah yang Neta minta itu adalah kebutuhan atau keinginan? Dia dengan polosnya menjawab, "Neta pingin, Mami..". Nah! Berarti bukan kebutuhan kan. Mami lanjutkan lagi deh ceramahnya. Kalau membeli sesuatu, kita lihat dulu, apakah memang butuh atau hanya sekedar ingin. Bila butuh maka hayuk kita beli, bila hanya ingin berarti belum saatnya kita membeli. Neta pun hanya melengos hehehe.. Tak jarang dia ngambek dan mengeluh karena tidak dapat apa yang dia inginkan. Tidak apa-apa.. Pelan-pelan ya Neta. Mami pun perlu waktu yang lama untuk bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Tetapi semoga Neta dan Nara bisa lebih cepat menyadari dan mengerti tentang hal ini lebih cepat dari Mami yaa.. Aamiin. :)

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Wednesday, February 14, 2018

Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 13)

Selasa, 13 Februari 2018

Setelah kemarin jadwal membeli mainan dari hasil celengan kardus tidak jadi dilakukan karena Mami lupa membawa uang ketika menjemput sekolah, akhirnya hari ini terlaksana juga. Neta dengan mantap memilih stiker-stikeran, mainan favoritnya. Stiker-stikeran ini terdiri dari gambar perempuan plus baju dan perlengkapannya, mirip dengan mainan Mami dulu yang terbuat dari kertas. Sekarang sepertinya mainan orang-orangan dari kertas sudah tidak ada ya, digantikan dengan mainan stiker ini. Sedangkan Nara memilih balon untuk ditiup di rumah. Harga mainan stiker 3000 rupiah, sedangkan harga balon 1000 rupiah saja. Masih ada sisa 1000 dari hasil menabung di celengan kardus hihihi.. Mainan tidak harus mahal kok, yang terpenting bukan harganya melainkan orang tua ikut bermain bersama anak. :)

Stiker orang-orangan

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Tuesday, February 13, 2018

Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 12)

Senin, 12 Februari 2018

Hari ini Mami kembali aktif membuat mainan untuk anak-anak. Dimulai dengan membuat mainan untuk Nara. Seperti biasa, Mami mengambil bahan dari printable. Sudah di-print untuk keperluan seminggu, jadi setiap harinya tinggal gunting-gunting saja. Tapi Mami mulai hari ini mencoba me-laminating dengan menggunakan lakban bening agar mainannya lebih awet. Bagian lainnya berupa alas main ditempel di kardus sebelum diberi lakban bening juga.

Dulu waktu awal-awal berlangganan printable berbayar, rasanya mau punya mesin laminating sendiri di rumah. Tapi tidak disetujui oleh Papi. Katanya kalau mau laminating ke tukang fotokopi saja. Sempat kesal juga karena kenapa sih tidak disetujui, padahal untuk keperluan pendidikan anak. Setelah dipikir-pikir, memang tidak urgent juga, masih bisa digantikan dengan peralatan lain yang lebih sederhana dan lebih murah, seperti lakban bening dan gunting. Anak-anak pun lebih senang dengan mainan hasil karya tangan Maminya sendiri hehehe.. Terima kasih Papi sudah menjadi benteng Mami dalam berbelanja berlebihan. :)

Dengan kardus, lakban bening, dan gunting, mainan menjadi lebih awet

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Monday, February 12, 2018

Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 11)

Hari ini Mami, Neta, dan Nara mengamati perkembangan sayur kangkung dan bayam yang tiga hari lalu sudah ditanam benihnya. Ternyata belum ada perkembangan yang berarti. Neta pun menjadi lebih bersemangat untuk menyiram tanamannya agar cepat tumbuh menjadi sayuran katanya. Perkembangan sayuran dicatat juga di buku My Nature Journal karya Kenia Dyanti & DK Wardhani. Seperti ini penampakannya:

 Buku My Nature Journal

 Lembar pengamatan perkembangan tanaman

Lembar pengamatan bercocok tanam kangkung (baru Neta check list bagian benihnya)

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Sunday, February 11, 2018

Game Level 8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Day 10)

Sabtu, 10 Februari 2018

Hari ini jadwal Mami begitu padat hahaha.. Sok sibuk banget ya. Paginya sibuk mengerjakan urusan domestik, supaya siangnya bisa dengan tenang memandu matrikulasi offline lanjut persiapan acara Milad IP Tangsel yang ke-2 untuk besok sampai malam. Huhu.. maafkan Mami ya Papi, Neta, dan Nara.

Sepulangnya dari persiapan acara milad, Mami menyempatkan untuk mengecek celengan lumba-lumba yang tempo hari telah dibuat bersama Neta dan Nari. Hihi.. tutupnya sudah copot dan uang logamnya bisa diambil untuk dihitung. Sebelumnya, jika ada uang logam 100 atau 200, Mami berikan kepada Neta dan Nara untuk dimasukkan ke celengan tersebut. Setelah dihitung ternyata sudah ada 5000 rupiah. Waaah.. sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit yaa.. :)

Lalu Mami bertanya kepada Neta, "Neta, uang di celengan sudah ada lima ribu, nih. Mau dibelikan apa?". Neta menjawab, "Mainan.". Hehehe.. Baiklah Neta, Senin besok bisa beli mainan di abang gerobak depan sekolah sama-sama Nara ya. :)

Celengannya sudah terbuka tutupnya

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial