Showing posts with label #KegiatanNetaNara. Show all posts
Showing posts with label #KegiatanNetaNara. Show all posts

Friday, May 4, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 11)

Setor lagi ahhh satu, karena ada sehari kemarin yang hanya setor properti, mau dongeng anaknya udah tidur hehehe.. Dongengnya masih seputar kupu-kupu seperti kemarin.

Dua kupu-kupu sedang terbang mencari bunga untuk sarapan hari ini.
Indah dan cantik.
Padahal dulunya kupu-kupu berasal dari ulat dan kepompong.
Ulat yang bikin geli dan kepompong tempat tidur sebelum menjadi kupu-kupu yang indah.
Ternyata sesuatu yang indah awalnya bisa dari yang kurang indah yaa..
Sama seperti manusia, bisa menjadi lebih indah dari yang sebelumnya belum indah.
Yuk jadi indah bersama-sama. :)

Nilai yang ingin ditanamkan adalah agar menjadi lebih baik dari ke hari. Tidak apa awalnya belum indah, yang penting terus berproses menjadi lebih indah setiap harinya. Mantaaap.. :D

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Thursday, May 3, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 10)

Hari ini tadi saya marah-marah sama anak-anak hiks.. Karena anak-anak tidak berhenti berebutan mainan. Dan setelahnya selalu ada perasaan bersalah plus merasa gagal menahan emosi jiwa hiks..

Lalu teringat hari ini belum mendongeng. Ada properti bunga dan kupu-kupu. Tidak difoto karena sedang tidak mau memfoto hee.. Jumlah bunga ada empat buah dan kupu-kupu enam buah. Langsung terbersit suatu dongeng, untuk menanamkan nilai agar tidak berebutan mainan (berbagi).

Dua ekor kupu-kupu sedang terbang mencari bunga untuk makanannya pagi ini.
Kupu-kupu pertama menemukan bunga terlebih dahulu.
Ia pun hinggap di bunga tersebut.
Kupu-kupu kedua juga ikut hinggap di bunga yang sama.
Lalu mereka berdua berebutan makanan di bunga yang sama.

Ada kupu-kupu ketiga memanggil mereka.
"Ayo ke sini, di sini ada taman bunga. Semuanya bisa mendapatkan masing-masing satu bunga tanpa berebutan.".
Dua kupu-kupu yang sedang bertengkar pun datang ke taman bunga.
Mereka kemudian hinggap di bunga yang berbeda dan dapat makan dengan damai.

Semoga anak-anak bisa belajar berbagi seperti kupu-kupu ketiga ya.. Aamiin..

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Wednesday, May 2, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 9)

Dongeng hari ini diambil dari cerita pendek Mungilmu Mini minggu ke-11. Judulnya "Keluarga Semut".

Empat semut pekerja memakai helm di kepala.
Hap. Hap. Hap.
Ayo berangkat!
Mari membangun sarang dengan riang.

Dua semut pencari makan pulang membawa buah-buahan.
Nyam. Nyam. Nyam..
Sehat dan lezat!

Tiga semut tentara berbaris gembira.
Hop! Hop! Hop!
Ayo kita berjaga-jaga mengamankan keluarga.

Satu ratu semut tersenyum bahagia.
Keluarganya saling sayang dan bekerja sama.
Bagaimana dengan keluarga manusia?
Apakah saling sayang juga? Tentu saja!

Nilai/hikmah dongeng di atas adalah agar saling menyayangi dan bekerja sama, utamanya dalam keluarga. Kalu soal bekerja dengan riang seperti semut lebih cocok ditujukan untuk orang dewasa. Kalau anak-anak, mereka senantiasa bekerja (bermain) dengan riang. Memang, anak-anak adalah guru terbaik untuk orang tuanya. Tidak jarang yang dewasa justru belajar kepada yang lebih belia. :)

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Tuesday, May 1, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 8)

Hari ini mendongeng dengan menggunakan properti domba yang ada di foto tiga hari lalu. Nilai/karakter yang ingin ditanamkan yaitu tidur jangan terlalu malam. Domba seharian telah bermain, kini saatnya ia pergi tidur. Wah, ternyata ia sulit tidur. Akhirnya ia pun berhitung dari satu sampai sepuluh agar bisa tidur. Selain itu, ia juga tidak tidur siang terlalu lama sehingga tidur malamnya tidak kemalaman.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Monday, April 30, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 7)

Hari ini mendongeng dengan bantuan properti gambar-gambar ekspresi:

 Ada ekspresi senang (1), sedih (2), horeee! (3), tersenyum (4)

Ada juga ekspresi takut (5), mual (6), kaget (7), dan marah (8)

Nilai/karakter yang ingin ditanamkan kepada anak-anak adalah agar anak-anak memahami jenis-jenis emosi dan ekspresi. Dongeng kali ini lebih seperti tanya jawab dan bercerita antara Mami, Papi, Neta, dan Nara. Berikut ceritanya:

Ekspresi 1
Mami: "Wah ini mukanya terlihat senang, Neta senang kalau sedang bagaimana?"
Neta: "Kalau dapat kue, Mami."
Mami: "Wah, enak yaa dapat kue." :)

Ekspresi 2
Mami: "Kalau ini sedang menangis, berarti dia sedang merasa apa ya?"
Neta: "Sedih, Mami."
Mami: "Kalau Neta merasa sedih bila sedang apa?"
Neta: "Kalau ga dibeliin mainan."
Mami: "Membeli mainan sesuai keperluan saja ya Neta, tidak harus semua keinginan terpenuhi." :)

Ekspresi 3
Mami: "Kalau ini ekspresi apa ya, Papi?"
Papi: "Seperti sedang senang karena mendapatkan sesuatu."
Mami: "Kalau Papi senang mendapatkan apa?"
Papi: "Sesuatu yang diinginkan pastinya."

Ekspresi 4
Mami: "Gambar ini sedang tersenyum. Biasanya saat kapan kita tersenyum?"
Mami: "Saat menyapa orang lain ya?"

Ekspresi 5
Mami: "Yang ini seperti sedang takut. Biasanya Neta takut saat apa?"
Neta: "Saat ada petir, Mami."
Mami: "Tidak perlu takut, petir tandanya akan hujan. Dan kita ada di dalam rumah, sedangkan petir di luar."

Ekspresi 6
Mami: "Kalau ini ekspresi apa?"
Neta: "Seperti mau muntah, Mami."

Ekpresi 7
Mami: "Kalau ini sedang kaget. Biasanya kaget karena apa?"
Neta: "Karena dikagetin oleh Kakek."

Ekspresi 8
Mami: "Kalau ini sedang marah ya. Neta suka marah saat apa?"
Neta: "Kalau ga boleh nonton TV."
Mami: "Menonton TV ada waktunya ya, Neta. Sehari sejam saja." :)

Demikianlah percakapan-percakapan singkat kami sekeluarga ketika mengenal berbagai macam ekspresi. :D

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Sunday, April 29, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 6)

Hari ini mendongeng menggunakan properti yang kemarin, yaitu topeng-topeng hewan. Nilai/karakter yang ingin ditanamkan yaitu agar anak-anak rajin menggosok gigi sebelum tidur malam. Kalau Neta sudah cukup rajin menggosok gigi setiap harinya, hanya terkadang dia belum mengantuk jadi belum mau gosok gigi. Kalau Nara baru ikut-ikutan Kakak Neta saja bila Kakak Neta sedang gosok gigi hehehe.. 

Berikut dongengnya:

Kelinci mengajak Panda untuk menggosok gigi sebelum tidur malam. Tapi Panda tidak mau, dia malah langsung tidur. Kelinci pun berkata, "Nanti ada monster-monster dalam mulut lho.". Tetapi Panda tetap pergi tidur tanpa menggosok gigi terlebih dahulu.

Keesokan paginya.. "Aduh, gigi aku sakiiit.", kata Panda. "Nah benar kan, kemarin kamu tidak gosok gigi sih, Panda.", kata Kelinci. "Iya nih...", Panda pun meringis kesakitan. "Sekarang yuk sikat giginya, supaya tidak sakit lagi. Dan jangan lupa sebelum tidur harus gosok gigi dulu yaa..", ajak Kelinci.

Setelah didongengi, kami sekeluarga sikat gigi deh. :)

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Saturday, April 28, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 5)

Hari ini properti dongeng sudah siap tapi apa daya, hampir seharian pergi keluar rumah dan ketika sampai di rumah malam hari, anak-anak sudah pingsan. Huaaa.. belum sempat mendongengnya.. Tidak apa ya Teh Chikaaa, maafkan huhu.. Berikut propertinya:

Properti topeng hewan dan domba

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Friday, April 27, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 4)

Hari ini properti dongeng Mami seputar "bersih-bersih":

Ada sapu, spons, ember, alat pel, sikat, dan tempat sampah

Nilai yang ingin ditanamkan adalah tentang pentingnya kebersihan. Cerita bermula ketika rumah Neta sudah sangat kotor, debu-debu menumpuk, jendelanya juga sudah lama tidak dibersihkan. Ayo pertama-tama kita sapu dahulu. "Wuuus, wuuus, wuuus, sampai bersih.". Berikutnya membersihkan jendela dengan air dalam ember, spons, dan juga sikat. "Sampai bersih, sampai bersih.". Jangan lupa mengepel lantainya supaya lantai kembali bersih dan berkilau. "Iuuu..". Sampah yang sudah menumpuk pun jangan lupa ditaruh di tempat sampah ya. Sekarang rumah Neta sudah bersih deh!

Untuk Nara sekalian diperkenalkan juga dengan peralatan aslinya. Wah dia sangat senang menyapu dengan sapu yang asli. Seperti Mami ya rajin menyapu! Hehehe.. :D

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Thursday, April 26, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 3)

Hari ini mendongeng dengan dibantu gambar benda-benda seputar cuci-mencuci dan menyetrika:

Ada tumpukan cucian, mesin cuci, gantungan baju, deterjen, pelembut, papan setrika, dan setrika

Nilai yang ingin ditanamkan kepada anak-anak adalah kemandirian, utamanya anak-anak dapat menaruh pakaian kotornya sendiri ke ember tempat baju kotor. Untuk proses mencuci dilakukan oleh Papi, sedangkan mengangkat jemuran, melipat, dan menyetrika oleh Mami. Anak-anak sesekali suka membantu merendam pakaian dan menaruh pakaian masing-masing yang sudah rapi ke lemari masing-masing.

Dongengnya tentang tahapan-tahapan dari baju kotor menjadi baju yang bersih dan rapi. Pertama-tama taruh pakaian kotor ke ember tempat cucian, lalu saat mau mencuci pakaian direndam. Setelah itu masukkan ke mesin cuci, tambahkan deterjen dan pelembut. Mesin cucinya pun berputar, "wuuuzzz.." bunyinya. Setelah itu proses pembilasan dan pengeringan. Kalau sudah selesai ada lagunya deh

Setelah itu, pakaian-pakaian dijemur dengan gantungan hingga kering. Kalau sudah kering, disetrika di atas papan setrika. Baju pun semuanya rapi! :D

Hehehe.. dongengnya real banget yah.. Ga ada fiksi-fiksinya hihihi.. Tapi alhamdulillah anak-anak senang setiap hari dibuatkan properti-properti sederhana seperti ini dan senang juga diceritakan "dongeng" kegiatan sehari-sehari. :)

Semoga dapat meninggalkan memori kemandirian untuk anak-anak yaa..

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Wednesday, April 25, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 2)

Alhamdulillah, hari ini Neta tidak terlambat datang ke sekolah. Wah cukup efektif ya kegiatan mendongeng untuk mempengaruhi anak secara positif hehehe..

Hari ini mendongengnya dengan bantuan gambar benda-benda yang ada di sekitar dapur:

Ada kulkas, blender, panci, teflon, talenan, pisau, parutan, sodet, cangkir, dan teko

Hmm.. nilai yang mau ditanamkan kepada anak-anak adalah tentang makan yang tidak boleh lama dan harus habis (tidak baik menyisakan makanan). Dongeng bermula ketika Mami harus masak. Sayuran dan lauk diambil dari kulkas. Lalu potong-potong sayuran di talenan dengan menggunakan pisau. Kemudian masak wortel menjadi sayur sop di panci. Setelah itu goreng sosis di teflon dengan dibantu sodet. Supaya lebih lezat, sosis ditaburi keju dengan cara diparut menggunakan parutan. 

Di kulkas juga ada buah-buahan yang bisa dijus menggunakan blender. Ngggggg... Suara blender menderu. Neta mau jus stroberi katanya. Ada juga teko dan cangkir untuk tea party. Wah alhamdulillah, makanan dan minuman untuk kita sekeluarga tercukupi. Rezeki yang patut kita syukuri setiap hari. 

Proses pembuatan makanan dan minuman hingga bisa dikonsumsi cukup panjang juga yaa.. Oleh karena itu, bila makan atau minum habiskan yaa! Dan jangan lama-lama juga makannya, supaya makanan bisa tetap lezat dinikmati. :D

Sekian dongeng untuk hari ini. Semoga Neta dan Nara dapat makan sesuai waktunya dan habis selalu. Aamiin!

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Tuesday, April 24, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 1)

Alhamdulillah, bisa mulai mengerjakan Tantangan Bunsay setelah mengikuti Leader Camp. :D 

Kali ini games-nya tentang mendongeng yang mengandung nilai karakter, yang ingin kita tanamkan kepada anak-anak. Wah pas sekali! Beberapa waktu terakhir ini, Neta sering terlambat datang ke sekolah. Neta bangunnya sering kesiangan, sarapannya lama, dan mandinya sambil bermain. Mami pun mencoba mendongeng seputar berangkat ke sekolah tepat waktu plus ingin menanamkan kemandirian juga kepada Neta untuk menyiapkan perlengkapan sekolah secara mandiri. Mami dibantu keluarga Beruang dalam proses mendongeng:

Papi Beruang-Kakak Beruang-Bayi Beruang-Mami Beruang

Cerita bermula di pagi hari. Mami Beruang membangunkan Kakak Beruang untuk bersiap ke sekolah. "Kakak Beruang, ayo bangun, sudah waktunya bersiap ke sekolah.", kata Mami Beruang. Kakak Beruang menjawab, "Baik, Mami.". Lalu Mami Beruang bertanya, "Kakak mau sarapan atau mandi terlebih dahulu?". Kakak menjawab, "Sarapan, Mami.". Mami pun melanjutkan, "Baik, kita sarapan selama 30 menit ya, Kak. Setelah itu Kakak mandi, ya.". "Baik, Mami.", jawab Kakak Beruang.

Kakak Beruang pun selesai makan dan mandi. "Saatnya mempersiapkan keperluan sekolah ya, Kak.", kata Mami. "Baik, Mami.", jawab Kakak Beruang. "Perlengkapan apa saja yang dibawa, Kak?", tanya Mami. "Bekal minum, susu, dan buku tabungan, Mami.", jawab Kakak. "OK, Kakak siapkan sendiri ya.", pinta Mami. "Baik, Mami", jawab Kakak.

Selesai menyiapkan perlengkapan, Kakak Beruang pergi sekolah. Sebelumnya salam dulu dengan Papi, Mami, dan Bayi Beruang. :D

Waaah, Neta senang sekali diceritakan dongeng ini. Setelahnya, Mami dan Neta membuat kesepakatan supaya besok Neta bangun jam 6 pagi, kemudian sarapan selama 30 menit, mandi 30 menit, dan menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri selama 30 menit. Pukul 07.30 Mami antar deh  ke sekolah. Neta pun mengiyakan kesepakatan tersebut. Semoga besok tidak terlambat lagi yaa ke sekolahnya. :)

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Tuesday, April 10, 2018

Kegiatan Neta Nara Lately..

Duh udah lama ya ga posting tulisan selain tugas hehehe.. Pemaklumannya karena si saya lagi pemulihan. Sakit apa sih, Bu? Sakit yang aneh.. Sakit yang hanya perlu istirahat banyak-banyak karena kecapekan tiap weekend jalan teruuus hahaha..

Boleh lah ya update sedikit tentang Kegiatan Neta Nara-nya, meskipun ini kegiatan ada yang udah lamaaa banget dikerjainnya. Yang baru-baru belum dirutinkan lagi soalnya akibat masih sakit tadi. Alesan hihihi..

1. Nyam, Nyam Ayo Suapi Panda


Masih dari Mungilmu Mini minggu 8, kali ini Nara pretend play menyuapi panda dengan makanananya, yaitu bambu.

2. Mari Bergerak Bergembira

Ada 2 kegiatan di judul yang ini, pertama menggelindingkan celengan dan galon bergambar hewan-hewan yang sedang bermain sirkus. Yang kedua permainan fire fighter. Neta suka sekali permainan yang kedua.





3. Teman-Temanku di Laut

Yang ini dari Mungilmu Mini minggu 9. Ada kegiatan mencocokkan hewan-hewan laut dengan temannya yang mirip.


4. Coret Seluncur Es

Kegiatan coret-coret Nara dengan menggunakan pensil warna dan krayon.




Tuesday, March 27, 2018

Game Level 9: Think Creative (Day 6)

Kreatif Saat Macet

Hari ini pergi ke Planetarium Jakarta di Cikini. Naik motor ke stasiun Pondok Ranji, lanjut naik kereta ke Tanah Abang, lalu naik ojek online ke Planetarium. Di sana kami menonton ilustrasi langit dan benda-benda langit selama 30 menit. Pulangnya naik taksi online karena hujan. Ya Allah macetnya.. Nara yang duduk sama Mami sudah terlihat bosan di perjalanan. Harus melakukan berbagai macam cara supaya Nara tidak bosan. Mulai dari menceritakan berbagai hal dan suasana sekitar, menawarkan makanan dan minuman, sampai menjadikan barang yang ada sebagai mainan. Akhirnya setelah 2 jam perjalanan dari Planetarium ke Stasiun Tanah Abang sampai jugaaa. Fyuuuhhh..

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Sunday, March 25, 2018

Game Level 9: Think Creative (Day 4)

Mencocokkan Bayangan

Nara yang baru berusia 1 tahun 10 bulan sudah pandai mencocokkan bayangan permainan seperti foto di bawah ini:

Nara bermain bayangan Paw Patrol

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Saturday, March 24, 2018

Game Level 9: Think Creative (Day 3)

Bermain dengan Macam-Macam Alat Transportasi Berat

Permainan hari ini

Meskipun Neta anak perempuan, dia sangat senang bermain alat-alat transportasi berat seperti mobil garuk, mobil semen, dan truk. Setelah Mami gunting gambarnya, Neta langsung bermain membuat ekspresi wajah di tiap mobil dengan menggunakan plastisin. Neta membuat ekspresi senyum dengan mulut melengkung ke atas, cemberut dengan mulut melengkung ke bawah, kaget dengan mulut berbentuk bundar, dan bosan dengan mulut berbentuk datar. Wah Neta sudah mengetahui macam-macam ekspresi wajah yaa.. Sayangnya waktu mau Mami foto hasilnya, Neta bilang tidak boleh hehe.. ya sudah tidak apa-apa. :)

Setelah itu Neta mengganti permainan, yaitu membuat cerita sendiri tentang jalan yang sudah rusak. Ada pagar pembatas dan segitiga pembatas. Kendaraan lain dilarang lewat karena mobil truk pengangkut, mobil semen, dan mobil garuk mau lewat. Neta memang senang sekali membuat cerita sendiri. Seringnya main orang-orangan atau rumah-rumahan. Dia seperti punya dunianya sendiri kalau sedang bercerita. Anak-anak memang punya daya imajinasi yang tinggi yaa. :D

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Friday, March 23, 2018

Game Level 9: Think Creative (Day 2)

Belajar Kata-Kata yang Menunjukkan Letak dengan Mainan dari Kardus

Mengenalkan kepada anak-anak kata-kata yang menunjukkan letak seperti di bawah, di atas, di sebelah, di antara, dan di dalam dapat dilakukan dengan permainan sederhana. Siapkan gambar apel dan ulat. Tempel gambar apel di kardus kemudian siapkan tali atau benang yang ditempelkan ke gambar apel dan gambar ulat, seperti foto di bawah ini:

Permainan apel dan ulat

Cara bermainnya bisa sambil bercerita. Misalnya "Halo, aku ulat. Aku ada di sebelah apel". Lalu arahkan ulat ke samping apel. "Aku suka memanjat, sekarang aku ada di atas apel". Gerakkan ulat ke atas apel. "Cilukba! Sekarang aku ada di bawah apel". Pindahkan ulat ke bawah apel. "Wah ada dua apel. Aku bisa bermain di antara dua apel." Letakkan ulat di antara dua apel. "Hmm, aku lapar. Aku makan dulu apel yang lezat ini. Sekarang aku ada di dalam apel!". Ulat pun dapat diletakkan di apel yang berlubang.

Paket permainan ini diambil dari Mungilmu Mini minggu ke-9. Kardusnya dari bekas kardus susu UHT, benangnya benang sulam Mami yang sudah tidak terpakai. Yuk manfaatkan barang-barang bekas atau yang ada di rumah untuk dijadikan mainan yang seru dan bermanfaat untuk anak-anak. Jangan lupa dilakbani gambar apel dan ulatnya supaya lebih awet. Lalu mainkan bersama sekeluarga!:D

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Thursday, March 22, 2018

Game Level 9: Think Creative

Membuat Mainan dari Kertas Lebih Awet

Bermain dengan anak-anak diupayakan agar rutin dilakukan setiap hari. Supaya lebih sederhana dalam persiapannya, saya berlangganan paket printable. Tinggal print, gunting, dan terkadang memerlukan bahan dan peralatan yang ada di rumah, jadi deh mainan baru tiap hari. :D

Waktu awal-awal menggunakan printable, tak jarang mainan cepat rusak karena terbuat dari kertas. Memang dianjurkan oleh supplier printable-nya untuk di-laminating supaya lebih awet. Sempat cek harga mesin laminating lumayan juga ya, paling murah sekitar 400 ribu rupiah. Belum dengan plastiknya, plus listriknya juga. Dan harus pandai menggunakannya karena plastik bisa menyangkut di mesin dan menyebabkan kerusakan. Apalagi mesinnya panas dan ada anak-anak di sekitar kita, harus ekstra hati-hati!

Setelah bertanya ke papinya anak-anak pun beliau bilang, kalau mau laminating ya ke tukang fotokopi saja. Langsung terbayang berapa budget yang harus disiapkan per hari kalau printable-nya mau di-laminating semuaaa hahaha.. Lho ini game cerdas finansial atau think creative ya? Beda-beda tipis soalnya antara hemat dan kreatif wkwkwk..

Kembali ke tantangan, harus cari cara nih supaya mainan tetap awet tapi kantong ga bolong. Yeayyy.. kutemukan solusinya! Yaitu pakai lakban bening saja untuk melapisi kertasnya. Memang sih jadi lebih repot, karena setelah menggunting harus melakbani setiap gambarnya satu-satu. Lumayan juga waktunya. Tapi Neta dan Nara jadi lebih tertarik untuk memainkannya.

Setelah beberapa kali melakbani satu per satu gambar, akhirnya ditemukanlah cara supaya proses melakbani ini jadi lebih cepat. Yaitu dengan langsung melakbani sekaligus beberapa gambar. Misal antara 2-4 gambar kita "jejer"-kan di lantai, lalu gambar tersebut dilakban sampai semua permukaan kertas tertutup oleh lakban. Jangan lupa sisi satunya lagi. Setelah itu, baru deh digunting satu per satu di setiap sisi gambar. Tapi gambar yang di-"jejer"-kan jangan terlalu banyak juga ya, soalnya khawatir hasil lakbannya menjadi tidak rapi.

Ini dia hasil lakban-melakban kemarin, gambar hewan-hewan yang ada di danau:

Gambarnya menjadi lebih awet setelah dilakban

Karena mainannya menjadi tidak mudah rusak, saat Papi pulang kerja pun, anak-anak, Mami, dan Papi bisa bermain bersama dengan mainan tersebut. :D

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Wednesday, March 14, 2018

Mengunjungi Lapangan Terbang Pondok Cabe

Hari Kamis, tanggal 8 Maret yang lalu, Neta berkunjung ke Lapangan Terbang Pondok Cabe bersama teman-teman sekolahnya. Mami dan Nara tidak ikut, hanya Neta saja yang pergi. Neta perginya memakai seragam dan topi polisi. :D

Sepulang dari sana, Neta pun bercerita bahwa ia melihat dan naik pesawat terbang, helikopter, serta truk tronton. Wah seru sekali ya! Selain itu, Neta juga melakukan kegiatan berbaris, mendengarkan penjelasan Pak Polisi, dan makan snack yang sudah dibawa dari rumah. 

Untuk kunjungannya sendiri sebenarnya tidak dipungut biaya, tetapi dari sekolah Neta ada biaya transportasi dan juga biaya bingkisan sebesar Rp 30.000. 

Berikut dokumentasinya:

 Foto di samping pesawat (Neta yang paling kanan depan)

 Foto di depan pesawat (Neta yang paling kanan depan)

 Hanggar pesawat dan helikopter Polisi Udara Pondok Cabe

Neta naik helikopter (Neta kedua dari kiri)

Padahal Maminya pingin banget ikut lho haha.. 

Berenang di Kolam Renang Situ Gintung

Selasa, 6 Maret yang lalu, Papi sengaja mengambil sisa cuti dan kami sekeluarga rekreasi berenang ke kolam renang Situ Gintung. Kami datang pukul 9 pagi, masih sangat sepi. Harga tiket masuk saat weekday adalah Rp 40.000 per orang, anak di atas 1 tahun  sudah dihitung membayar tiket.

Setelah mengganti baju dengan pakaian renang, kami langsung mencoba perosotan tinggi yang berwarna kuning, hijau, dan biru. Di sini kolamnya dangkal, anak seusia Nara (1,5 tahun) masih bisa berdiri dan permukaan air masih di bawah wajah. Neta dan Nara senang sekali bermain perosotan ini, sampai meluncur berulang kali. Mami sama Papinya yang capek naik tangga hahaha.. Di kolam ini airnya pun lebih hangat daripada kolam lainnya. Sayangnya, dua perosotan melingkar lainnya yang bermuara ke kolam ini tidak dapat digunakan karena sirkulasi airnya tidak dihidupkan.

Kemudian kami mencoba kolam lainnya, dimana terdapat ember tumpah, pancuran, dan beberapa perosotan lainnya. Di sini airnya lebih dingin daripada kolam sebelumnya, tapi cukup banyak anak-anak yang bermain di sini karena kolamnya pun dangkal. Neta pun mendapatkan teman baru ketika bermain di kolam ini. :D

Kolam satu lagi adalah kolam renang dalam dan ada juga kolam renang anak tetapi tidak ada permainannya. Saat kami berenang, di kolam ini sedang ada pelatihan penyelamatan air, sehingga kami tidak bisa mencoba berenang di sini.

Selain kolam, tempat ini juga menyediakan saung-saung, tempat pertemuan, restoran, lapangan yang luas, dan playground. Cocok untuk kumpul-kumpul keluarga atau kalau mau mengadakan acara. Overall sih cukup memuaskan berenang di sini. :)

Papi, Neta, dan Nara bergaya

Thursday, March 8, 2018

Kegiatan Neta Nara 26 Februari-2 Maret 2018

Kegiatan berlanjut ke Mungilmu Mini minggu ke-8, berikut ceritanya:

1. Kisah Menjelang Tidur

Paket Mungilmu selalu diawali dengan sebuah kisah yang dapat dibacakan kepada anak. Kali ini bercerita tentang keseharian seekor domba dari bangun pagi hingga tidur kembali. Selain cerita, kegiatan kali juga dilengkapi dengan wayang bergambar domba, bulan, dan bintang. Wayang tersebut dapat digunakan saat lampu temaram, menjadi wayang bayangan.

 Wayang domba, bulan, dan bintang

2. Main Aktif, Main Tenang

Anak-anak cenderung senang bermain aktif seperti berlari-larian, mengeksplor lingkungan sekitar, dll. Tetapi anak-anak juga dapat bermain tenang, fokus pada satu hal dan senang mengulang-ulang suatu kegiatan. Contoh bermain aktif pada kegiatan kali ini adalah mencari bola besar, bola sedang, dan bola kecil untuk diberikan kepada seekor anjing. Sedangkan kegiatan bermain tenangnya adalah bermain berbagai jenis ikan seperti ikan badut, ikan buntal, ikan mas, dan ikan biru-kuning di akuarium tempat mereka tinggal.

 Bermain aktif dengan mencari bola-bola berukuran berbeda

Bermain tenang bersama ikan-ikan di akuarium

3. Ciap! Petok! Kukuruyuk!

Permainan yang ini mengenalkan anak-anak kepada ayam dan telurnya. Ada dua kelompok ayam: ayam berwarna coklat dan ayam berwarna abu-abu. Setiap kelompok ayam terdiri dari induk, anak ayam, kakak ayam (sudah lebih besar dari anak ayam), dan ayam dewasa. Anak-anak dapat mengelompokkan tiap ayam berdasarkan warnanya, untuk dikembalikan kepada induknya. Ada juga kumpulan telur-telur yang dapat dikumpulkan ke keranjang telur.

Kumpulan ayam dan telurnya

Selain kegiatan dari Mungilmu, Neta juga tertarik dengan kegiatan yang ada di Majalah Mombi. Berupa wayang-wayang kelinci berpakaian daerah, dan ada juga panggung wayangnya. Cara bermainnya Neta akan bercerita sambil memegang wayang dan panggungnya. Ceritanya bebas sesuka hati Neta, Mami dan Nara yang akan mendengarkannya. :)

Wayang dari Majalah Mombi