Thursday, March 8, 2018

Kegiatan Neta Nara 26 Februari-2 Maret 2018

Kegiatan berlanjut ke Mungilmu Mini minggu ke-8, berikut ceritanya:

1. Kisah Menjelang Tidur

Paket Mungilmu selalu diawali dengan sebuah kisah yang dapat dibacakan kepada anak. Kali ini bercerita tentang keseharian seekor domba dari bangun pagi hingga tidur kembali. Selain cerita, kegiatan kali juga dilengkapi dengan wayang bergambar domba, bulan, dan bintang. Wayang tersebut dapat digunakan saat lampu temaram, menjadi wayang bayangan.

 Wayang domba, bulan, dan bintang

2. Main Aktif, Main Tenang

Anak-anak cenderung senang bermain aktif seperti berlari-larian, mengeksplor lingkungan sekitar, dll. Tetapi anak-anak juga dapat bermain tenang, fokus pada satu hal dan senang mengulang-ulang suatu kegiatan. Contoh bermain aktif pada kegiatan kali ini adalah mencari bola besar, bola sedang, dan bola kecil untuk diberikan kepada seekor anjing. Sedangkan kegiatan bermain tenangnya adalah bermain berbagai jenis ikan seperti ikan badut, ikan buntal, ikan mas, dan ikan biru-kuning di akuarium tempat mereka tinggal.

 Bermain aktif dengan mencari bola-bola berukuran berbeda

Bermain tenang bersama ikan-ikan di akuarium

3. Ciap! Petok! Kukuruyuk!

Permainan yang ini mengenalkan anak-anak kepada ayam dan telurnya. Ada dua kelompok ayam: ayam berwarna coklat dan ayam berwarna abu-abu. Setiap kelompok ayam terdiri dari induk, anak ayam, kakak ayam (sudah lebih besar dari anak ayam), dan ayam dewasa. Anak-anak dapat mengelompokkan tiap ayam berdasarkan warnanya, untuk dikembalikan kepada induknya. Ada juga kumpulan telur-telur yang dapat dikumpulkan ke keranjang telur.

Kumpulan ayam dan telurnya

Selain kegiatan dari Mungilmu, Neta juga tertarik dengan kegiatan yang ada di Majalah Mombi. Berupa wayang-wayang kelinci berpakaian daerah, dan ada juga panggung wayangnya. Cara bermainnya Neta akan bercerita sambil memegang wayang dan panggungnya. Ceritanya bebas sesuka hati Neta, Mami dan Nara yang akan mendengarkannya. :)

Wayang dari Majalah Mombi

Wednesday, March 7, 2018

Bunsay Leader #3: Jurnal Belajar Level 4

Sinopsis dan Review Buku Referensi tentang Modalitas dan Gaya Belajar

Buku yang saya pilih untuk dibaca adalah buku berjudul Cara Belajar Gue Bangeeeettt karya Ibay Toyyibah, M.Pd. Buku ini menjelaskan tentang cara-cara belajar menurut kecerdasan dan potensi genetik. Berikut sampul depan dari buku tersebut:


Sampul depan

Penentuan gaya belajar yang dibahas dalam buku ini menggunakan metode STIFin, yaitu tes sidik jari yang dihubungkan dengan bagian otak dan lapisan otak mana yang paling dominan digunakan saat belajar. Sebelum masuk ke konsep STIFin, buku ini membahas terlebih dahulu mengenai belajar adalah suatu keharusan, penyebab kesulitan belajar, siapa yang mengalami kesulitan belajar, dan di mana letak kesulitan belajar.

Belajar itu keharusan

Belajar tidak mengenal usia, waktu, dan tempat. Belajar dilakukan sepanjang masa, sejak dilahirkan hingga ke liang lahat. Belajar akan mengubah ketidaktahuan menjadi pengetahuan, baik dengan belajar secara formal maupun non formal. Kemampuan-kemampuan yang dihasilkan setelah belajar antara lain:
1. Kemampuan pengetahuan (kognitif)
2. Kemampuan sikap (afektif)
3. Kemampuan keterampilan (psikomotor)
4. Kemampuan sosial dan emosional

Kemampuan emosional sangat penting kita miliki, seperti memiliki empati dan perasaan, mengendalikan amarah, sikap kemandirian, kemampuan menyesuaikan diri, berdiskusi, kemampuan memecahkan masalah antar personal, sikap tekun, setia kawan, ramah, dan hormat kepada orang lain.

Belajar juga berarti memiliki sikap berani melakukan perubahan. Siap menerima perubahan dengan menambah skill atau kemampuan pada diri kita. Wow, sesuai ya dengan tema Ibu Profesional tahun ini: changemaker.

Penyebab kesulitan belajar

Penyebab kesulitan belajar dapat ditinjau dari faktor internal dan eksternal:
  1. Faktor internal contohnya seseorang yang memiliki masalah pada hal kognitif (pengetahuan) serta sikap dan fisik seseorang tersebut, misalnya gangguan penglihatan atau pendengaran.
  2. Faktor eksternal dilihat dari situasi dan kondisilingkungan yang tidak mendukung proses belajar, misalnya keluarga yang tidak harmonis, rendahnya perekonomian, dll.
Penyebab kesulitan belajar dapat ditinjau dari tiga tahapan:
  1. Tahapan sebelum belajar, misalnya tidak ada minat belajar, kecakapan, atau pengalaman yang memadai.
  2. Tahapan saat proses belajar, misalnya sikap belajar yang tidak baik, kurangnya penerimaan, penyimpanan, dan pengelolaan materi pelajaran.
  3. Tahapan setelah belajar, misalnya prestasi atau keterampilan yang seharusnya menjadi tujuan belum tercapai.
Siapa yang mengalami kesulitan belajar?

Untuk anak-anak yang bersekolah, biasanya yang mengalami kesulitan belajar adalah anak-anak yang sering tidak masuk sekolah, bolos, suka mengganggu teman, berteriak, dan berkelahi di kelas. 

Di mana letak kesulitan belajar?

Letak kesulitan belajar dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu:
  1. Mau memulai belajar. Dari beberapa kasus kesulitan untuk memulai belajar, menunjukkan bahwa usia termasuk salah satu penyebab anak belum siap belajar.
  2. Mempola diri untuk belajar. Harus mengetahui gaya belajar masing-masing, karena setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda.
  3. Kesulitan menerima pesan (materi). Untuk memudahkan menerima pesan, kita harus siap untuk mendengar, melihat, merasakan, dan mengalami proses belajar itu sendiri.
  4. Menghadapi tes atau evaluasi, untuk mengatahui sejauh mana penyerapan materi.
Konsep STIFin

Berlanjut ke pembahasan konsep STIFin dalam mengenali gaya belajar. Konsep STIFin menjawab dua pertanya berikut:
  1. Di mana letak belahan otak dominan?
  2. Pada belahan otak yang dominan tersebut, di mana lapisan otak yang dominan?
Tes STIFin dilakukan dengan men-scan kesepuluh ujung jari kita. Sidik jari membawa informasi tentang komposisi susunan syaraf, kemudian dianalisis dan dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sekaligus menjadi mesin kecerdasan. Bahkan dengan susunan syaraf tersebut, dapat diprediksi letak dominan mesin kecerdasan ada di lapisan otak berwarna putih atau abu-abu. Lapisan yang dominan menunjukkan mesin kecerdasan dikemudikan dengan cara introvert atau ekstrovert. Inilah yang kemudian disebut potensi genetik.

STIFin dikelompokkan menjadi lima mesin kecerdasan dan sembilan potensi genetik. Kelima mesin kecerdasan, yaitu:

1. Sensing: dominan otak kiri bawah
- Saat persiapan belajar harus banyak bergerak
- Fasilitas pendukung harus serba ada
- Dapat dimotivasi dengan diberikan hadiah
- Cara belajarnya dengan mencontoh dan meniru

2. Thinking: dominan otak kiri atas
- Saat persiapan belajar, pikiran harus fokus
- Fasilitas pendukung berupa media informasi
- Dapat dimotivasi dengan kemenangan (misal ikut kompetisi)
- Cara belajarnya dengan menganalisis

3. Intuiting: dominan otak kanan atas 
- Saat persiapan belajar digerakkan dengan hasrat
- Fasilitas pendukung berupa media eksplorasi
- Dapat dimotivasi dengan berprestasi
- Cara belajarnya mencari ide dan pola

4. Feeling: dominan otak kanan bawah
- Saat persiapan belajar harus membangun mood
- Fasilitas pendukung harus ada orang lain
- Dapat dimotivasi dengan dikenal banyak orang
- Cara belajarnya melalui orang

5. Insting: dominan otak tengah
- Saat persiapan belajar harus beradaptasi terlebih dahulu
- Fasilitas pendukung berupa suasana yang kondusif
- Dapat dimotivasi dengan terlibat (misal dibuat kelompok dan menjadi ketua)
- Cara belajarnya merespon dengan cepat

Sembilan potensi genetik, yaitu:

1. Sensing-introvert
- Cara belajarnya dengan membaca-dihafal
- Kalibrasi belajarnya dengan berkeringat (banyak bergerak)

2. Sensing-ektrovert
- Cara belajarnya dengan merekam
- Kalibrasi belajarnya dengan bermain

3. Thinking-introvert
- Cara belajarnya secara sistematis
- Kalibrasi belajarnya dengan kembali ke alam

4. Thinking-ekstrovert
- Cara belajarnya dibantu dengan skema
- Kalibrasi belajarnya dengan berwisata

5. Intuiting-introvert
- Cara belajarnya dengan simulasi soal
- Kalibrasi belajarnya dengan tidur

6. Intuiting-ekstrovert
- Cara belajarnya dengan mencari persamaan dan perbedaan
- Kalibrasi belajarnya dengan menonton film

7. Feeling-introvert
- Cara belajarnya dengan menemukan sosok
- Kalibrasi belajarnya dengan curhat (mengobrol dengan orang lain)

8. Feeling-ekstrovert
- Cara belajarnya dengan menempelkan diri kepada idola
- Kalibrasi belajarnya bercengkrama dengan orang lain

9. Insting (tidak ada introvert/ekstrovert karena dominan otak tengah tidak ada lapisan putih/abu-abu)
- Cara belajarnya dengan merangkum
- Kalibrasi belajarnya dengan silaturahmi

Yang paling menarik dari buku ini adalah dijabarkan satu per satu mengenai lima mesin kecerdasan dan sembilan potensi genetik dalam tabel, sehingga dapat memahami dengan lebih mudah seluk-beluk setiap gaya belajar ala STIFin. Salah satu tabelnya seperti yang telihat pada foto di bawah ini:

Tabel penjelasan tiap gaya belajar ala STIFin

Selain itu, ketika melihat bagian tentang penulis ada yang mengejutkan! Ternyata penulis adalah seorang perempuan dan salah satu member IIP. Waaah.. Padahal ketika membeli buku ini, saya sama sekali tidak mengetahui lho. Ibu profesional ada dimana-mana dan karyanya telah meluas. So proud!

Penulis adalah member IIP :)

Saturday, March 3, 2018

Kegiatan Neta Nara 19-22 Februari 2018

Masih dari Mungilmu Mini minggu ke-7:

1. Ayo Tebak Hewan


Sembunyikan gambar hewan di balik kandang, lalu kita tiru suara hewan tersebut. Misal sapi mooo, domba mbeee, kelinci squik squik, anjing guk guk, kucing meow, ayam kukuruyuk atau petok-petok. Lalu minta anak untuk menebak hewan apakah itu? :D

2. Nama Bagian Tubuhku


Kegiatan ini untuk mengenal nama-nama bagian tubuh. Bisa dengan menunjuk gambar lalu sebutkan namanya dan cocokkan dengan bagian tubuh anak dan orang tua. Bisa juga sebaliknya, tunjuk dulu bagian tubuh aslinya, baru sebutkan nama dan tunjuk gambarnya. Setelah itu bisa menghitung jumlah tiap bagian tubuh. Misal mata ada dua, hidung ada satu, kalau jumlah jari tangan dan jari kaki berapa ya?

Kegiatan di kalender Sahabat Anak Indonesia:

1. Mengenal bentuk dasar lingkaran, persegi, persegi panjang, dan segitiga dengan bermain puzzle dan menonton video Diva



2. Menghafal surat Al-Fatihah. Untuk Neta, setiap sehabis maghrib ada waktu untuk menghafal surat-surat pendek. Untuk Nara, Mami putarkan video Diva berikut ini:


3. Membiasakan mengucapkan taawudz. Sama seperti menghafal surat Al-Fatihah, pengenalan taawudz dan kalimat thoyyibah lainnya, dilakukan setelah maghrib. Ada juga videonya yang cukup menarik untuk anak-anak:


Resep Mie Rebus Steam Boat

Bahan-bahan:
1. Shabu-shabu steam boat merk Cedea 300 gram (Rp 37.000)
2. Mie Urai 1 bungkus (Rp 4.000)
3. Caisim (Rp 2.000)
4. Telur 1 butir
5. Bawang merah 4 siung
6. Bawang putih 3 siung
7. Daun bawang 1 batang
8. Minyak goreng untuk menumis
9. Air untuk merebus mie, steam boat, dan kuah
10. Bumbu Magix Lezat

Cara membuat:
Mie:
1. Didihkan air
2. Rebus mie hingga empuk
3. Tiriskan dan sisihkan

Steam boat:
1. Didihkan 600 mL air
2. Masukkan aneka steam boat
3. Masukkan caisim yang telah dipotong-potong daunnya
4. Masukkan saus (sudah termasuk dalam steam boat)
5. Rebus selama 6 menit
6. Matikan api, taruh di wadah

Kuah mie:
1. Haluskan bawang merah dan bawang putih
2. Potong-potong bawang daun
3. Panaskan minyak untuk menumis
4. Masukkan bawang dan daun bawang
5. Masukkan telur, orak-arik
6. Masukkan air dan bumbu
7. Masak hingga air mendidih

Cara penyajian:
1. Masukkan mie dalam mangkok
2. Tuangkan kuah mie
3. Pilih aneka steam boat dan sayur 

Biaya yang dikeluarkan: kurang lebih Rp 46.000
Waktu memasak: kurang lebih 30 menit
Untuk 3-4 porsi