Showing posts with label Kelas Belajar Zero Waste. Show all posts
Showing posts with label Kelas Belajar Zero Waste. Show all posts

Saturday, September 21, 2019

Games 2 Belajar Zero Waste: UPAYA MENCEGAH SISA KONSUMSI DARI RUMAH

PART 1


Di sini saya menggunakan istilah sisa konsumsi untuk mengganti kata sampah yaa.. Nah, setelah tahu bagaimana perjalanan sisa konsumsi kita, perlu disadari bahwa CEGAH adalah faktor penentu agar PILAH dan OLAH tidak membuat lelah.
2 part berikutnya adalah beberapa upaya yang sudah saya lakukan untuk mencegah dari rumah.

PART 2
Belanja dengan membawa wadah sendiri

1. Buat list belanja seperti foto di bawah ini. Karena saya kalau masak masih baca resep hehe.. Tinggal cocokkan bahan-bahan apa saja yang ada di resep tapi tidak ada di rumah, catat deh. Catatnya juga di balik kertas bekas coretan anak-anak. Beri batas garis untuk belanja per harinya.

List Belanja

2. Siapkan tempat sesuai list belanja. Misalnya saya hari itu mau belanja sayur tauge/jamur, cabe merah dan hijau, tomat, bawang bombay, telur, dan tahu. Siapkan 2 tempat besar untuk sayur, tomat, cabe, dan bawang bombay. Untuk bawang merah pakai jaring. Untuk telur pakai tas kecil.


Menyiapkan Tempat

3. Masukkan ke tas belanja. Semua tempat & tas belanja itu saya tidak beli baru, memakai yang sudah ada di rumah. Manfaatkan saja apa yang ada. Tas belanja adalah tas dapat dari berkat pengajian. Tempat kotak Lock & Lock itu hadiah jawab pertanyaan waktu ikut acara blogger. Jaring-jaring adalah tempat bawang waktu beli di Superindo, digunakan lagi untuk menyimpan bawang. Tas telur itu goodie bag waktu anak-anak ikut playdate. Yang beli itu cuma Tupperware bulat hijau. Itu juga belinya sudah lama, waktu masih kerja hehe..


Tas Belanja

4. Pilih tempat/warung belanja yang bisa meminimalisasi sisa konsumsi. Misalnya saya pilih warung yang menjual tahu dibungkus kain. Jadi tidak bawa pulang plastik ke rumah.


Tahu Dibungkus Kain

5. Foto berikut adalah hasil belanja. Oya ada tambahan gula merah ya hehe.. Itu pakai tempat sisa beli singkong Thailand.


 Hasil Belanja Sayur dkk

Hasil Belanja Telur

6. Untuk sayur racikan, misal sayur sop, kalau bisa pilih bahan-bahannya sendiri saja (jangan yang sudah sepaket dibungkus plastik) seperti foto di bawah ini. Untuk brokoli, daun bawang, dan seledri minta juga kepada penjual, tidak perlu pakai koran dan karet. Sebelahnya bakso, pakai tempat sisa singkong Thai juga.


Bahan Sayur Sop dkk

7. Belajar masak tanpa bumbu instan. Misal di foto berikut ada sayur asem. Memang rupanya tidak semenggiurkan kalau pakai bumbu instan. Tapi ternyata bumbunya itu cuma tambah bawang merah, terasi, dan lengkuas saja. Kata Papi sih sudah lumayan enak, tinggal tambah kacang katanya. Baiklah.


Sayur Asem

8. Pikirkan alternatif masakan yang menghasilkan lebih sedikit sisa konsumsi. Misalnya foto berikut. Tadinya saya mau buat martabak tahu. Tapi kulit lumpianya kan kalau beli dibungkus plastik. Mau berniat buat sendiri tapi belum sempat hehe.. Jadilah buat telur dadar tahu saja. Sama koq cara membuatnya dengan isian martabak tahu, tinggal tambah telur satu lagi.


Telur Dadar Tahu

PART 3
Kalau lagi malas masak atau ga pandai masak gimana? Ya beli mateng aja hehe.. 
1. Pecel lele lengkap dengan nasi uduk bawang goreng, kol goreng, dan timun 😋
Memang harus komunikasi dulu dengan penjualnya plus supervisi juga supaya sesuai dengan harapan. Seringnya setelah selesai semua masuk wadah, bakal dikasih plastik juga. Jadi kasih tau juga kalau kita bawa tas sendiri ya.

Pecel Lele 

2. Lele goreng Padang. Lele lagi hihihi.. Memang anak-anak doyan lele 😆 Ini buat contoh kalau beli lauknya aja. 7 ribu aja, murah ya? Cukup besar dan ada kremesnya nyaaam.. Suka bikin males masak nih warung Padang haha..

Lele Kremes
.
3. Buat beli camilan juga bisa pakai tempat 👌
Contohnya foto di bawah, beli molen & onde mungil. Belinya bisa pakai OVO dan Gopay loh hehehe.. Dan foto berikutnya rujak serut 😍 Waktu bawa ke rumah Bumer disangkanya bikin sendiri karena tempatnya ehehehe..

 Molen & Onde Mungil

Rujak Serut
4. Nah kalau malas atau lupa bawa tempat gimana? Yawda sih ga usah bungkus, makan aja langsung di situ. Kayak foto terakhir, nasi uduk Betawi pakai cumi cabe hijau, kentang balado, tahu goreng siram sambel kacang. Ahhh.. slllrppp!

Nasi Uduk Betawi

Ini postingan sisa konsumsi berbau makanan banget yah. Ya habis gimana, memang sekeluarga pada hobi makan 😂

Wednesday, August 14, 2019

Games 1 Belajar Zero Waste


Foto tersebut adalah foto ketika saya menunggu petugas kebersihan datang di hari Sabtu setelah di hari Rabu terlewat alias sisa konsumsi sudah terangkut.
Menunggu dari jam setengah 6 sampai jam 7 pagi tak kunjung datang juga. Suami udah ngambek karena jadi dia yang siapin anak sekolah huhuhu.. Maafkan ya Papi.
Setelah anak berangkat sekolah diantar suami, saya pun ke atas (yup saya memang tinggal di atas). Lanjut beres-beres rumah.
Setelah Papi sampai rumah dia bilang "Tuh ada tadi petugas kebersihannya." Saya pun langsung refleks bertanya, "Papi nanya ga diantar kemana?". "Iya, ke Pertanian katanya.".
Wah ternyata meskipun saya tinggal di Tangsel, sisa konsumsi dikirim ke wilayah Jl. Pertanian, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Berarti sisa konsumsi saya dan keluarga berakhir di Bantar Gebang dong?
Usut punya usut, TPST Bantar Gebang terancam tak mampu tampung sisa konsumsi lagi di 2021. Lihat slide 2 dan 3. Whaaat??? 2-3 tahun lagi donggg..


Tau gak sih produksi sisa konsumsi per harinya berapa yang dikirim ke sana? 7000-8000 ton gaes, 1200 truk per hari, dan diprediksikan volumenya akan meningkat sebanyak 400 ton/tahun. Serem yaaak!
Volume sisa konsumsi yg ada di Bantar Gebang sekarang mencapai 39 juta ton, ketinggiannya mencapai 40 m. Sedangkan kapasitas maksimumnya 49 juta ton. Berarti sisa 10 juta ton lagi!
Kebijakan pemerintah apa aja sih?
1. Menekan/mengurangi sisa konsumsi dari hulu (ini harusnya tugas kita ga sih?)
2. Membangun ITF (Intermediate Treatment Facility) di Sunter, Jakut dg kapasitas 2200/hari. Tapi ini juga baru beroperasi th 2021 (kalau lancar lho ya)
3. Optimalisasi PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah)
Utk memperpanjang umur TPST bisa juga dengan menambah lahan dan menambah TPS di tiap kecamatan. Tapiii tentunya ini tidak mudah. Biasanya pada ga mau nih kl lingkungan rumah jd dekat TPS yekan?
Jadi? Masih mau menyalahkan pemerintah kl terkait sampah (sisa konsumsi)? Padahal itu tanggung jawab kita sendiri lho, si penghasil sisa konsumsi.
Berikut adalah komitmen dan alasan saya pribadi mengapa ingin berubah menuju hidup minim sampah.