Tuesday, April 24, 2018

Game Level 10: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (Day 1)

Alhamdulillah, bisa mulai mengerjakan Tantangan Bunsay setelah mengikuti Leader Camp. :D 

Kali ini games-nya tentang mendongeng yang mengandung nilai karakter, yang ingin kita tanamkan kepada anak-anak. Wah pas sekali! Beberapa waktu terakhir ini, Neta sering terlambat datang ke sekolah. Neta bangunnya sering kesiangan, sarapannya lama, dan mandinya sambil bermain. Mami pun mencoba mendongeng seputar berangkat ke sekolah tepat waktu plus ingin menanamkan kemandirian juga kepada Neta untuk menyiapkan perlengkapan sekolah secara mandiri. Mami dibantu keluarga Beruang dalam proses mendongeng:

Papi Beruang-Kakak Beruang-Bayi Beruang-Mami Beruang

Cerita bermula di pagi hari. Mami Beruang membangunkan Kakak Beruang untuk bersiap ke sekolah. "Kakak Beruang, ayo bangun, sudah waktunya bersiap ke sekolah.", kata Mami Beruang. Kakak Beruang menjawab, "Baik, Mami.". Lalu Mami Beruang bertanya, "Kakak mau sarapan atau mandi terlebih dahulu?". Kakak menjawab, "Sarapan, Mami.". Mami pun melanjutkan, "Baik, kita sarapan selama 30 menit ya, Kak. Setelah itu Kakak mandi, ya.". "Baik, Mami.", jawab Kakak Beruang.

Kakak Beruang pun selesai makan dan mandi. "Saatnya mempersiapkan keperluan sekolah ya, Kak.", kata Mami. "Baik, Mami.", jawab Kakak Beruang. "Perlengkapan apa saja yang dibawa, Kak?", tanya Mami. "Bekal minum, susu, dan buku tabungan, Mami.", jawab Kakak. "OK, Kakak siapkan sendiri ya.", pinta Mami. "Baik, Mami", jawab Kakak.

Selesai menyiapkan perlengkapan, Kakak Beruang pergi sekolah. Sebelumnya salam dulu dengan Papi, Mami, dan Bayi Beruang. :D

Waaah, Neta senang sekali diceritakan dongeng ini. Setelahnya, Mami dan Neta membuat kesepakatan supaya besok Neta bangun jam 6 pagi, kemudian sarapan selama 30 menit, mandi 30 menit, dan menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri selama 30 menit. Pukul 07.30 Mami antar deh  ke sekolah. Neta pun mengiyakan kesepakatan tersebut. Semoga besok tidak terlambat lagi yaa ke sekolahnya. :)

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImanigation

Thursday, April 19, 2018

NikaYunitri#Kelompok3#TugasMateri6

Ilmu-ilmu yang ingin dipelajari:

1. Pendidikan anak: Maestro Ibu Septi Peni Wulandani
2. Menulis: Maestro Mba Nani Nurhasanah dan Mba Yunda Fitrian (Cikgu Kelas Belajar Menulis IP Tangsel)
3. Memasak: Maestro Mba Irma Sasongko ( Cikgu Kelas Belajar Boga IP Tangsel)

#RuangBerkaryaIbu
#Proyek2
#TugasMateriEnam
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu

Wednesday, April 11, 2018

Aliran Rasa Think Creative


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level 9
#ThinkCreative

5 Tips Cara Memaafkan Orang Lain

Sebagai seorang wanita tak jarang kita tersandung masalah dengan orang lain. Akibat sekedar lisan yang menyakiti hati atau sampai perbuatan yang terkadang sampai sekarang membuat saya bertanya-tanya mengapa orang lain berbuat seperti itu. Alhamdulillah di perkuliahan IIP, materi pertama kelas bunsay adalah mengenai komunikasi produktif, dimana cara seseorang berucap atau berbuat sesuatu tergantung pada FoE (Frame of Experience) dan FoR (Frame of Reference) masing-masing. Pengetahuan ini sedikit banyak menyadarkan saya tentang gesekan-gesekan yang mungkin terjadi dengan orang lain semasa kita hidup. Adapun hidup terus berlanjut, tak jarang pula orang yang pernah bermasalah dengan kita adalah orang yang akan kita temui sampai akhir hayat. Sehingga mau tak mau kita tak bisa menghindar, harus menghadapinya. Apa saja sih sebaiknya yang harus dilakukan seorang wanita agar bisa memaafkan dan kembali menjalin hubungan positif dengan orang yang pernah memiliki masalah dengan kita? Berikut tips-tipsnya:

1. Forgive and forget

Yang pertama harus dilakukan untuk memaafkan orang lain adalah ya memaafkan. Memang awalnya sulit. Tetapi kita ingat-ingat kembali, manusia memang tidak luput dari kesalahan. Kita pun tentunya memiliki kesalahan, hal ini bisa menjadi awal penyadaran untuk memaafkan orang lain. Mau orang lain yang kita anggap memiliki kesalahan tersebut meminta maaf pada kita atau tidak, memaafkan sebenarnya adalah untuk kesehatan batin kita. Maka maafkanlah orang tersebut dan kemudian lupakan kesalahannya. Kita bisa bilang pada diri kita sendiri: "Mulai dari 0, ya.". :)

2. Selalu ada hikmah atau maksud dari Allah

Kehadiran seseorang dalam hidup kita bisa menjadi suatu kebahagiaan atau kepahitan. Tetapi Allah selalu memberi hikmah atau maksud dibalik setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Bisa saja orang yang bermasalah dengan kita dihadirkan agar kita belajar bersabar. Terdengar klise ya? Tapi memang benar, mungkin sebelumnya kita belum menjadi orang yang sabar, sampai Allah menguji kesabaran kita lewat orang tersebut. Apakah kita lulus ujian atau tidak? Hanya kita sendiri yang mengetahui jawabannya. 

3. Stop playing victim

Yup, berhenti merasa menjadi korban. Jika ada orang yang berkata menyakitkan hati kita, kita sendirilah yang mengizinkan kata-kata orang tersebut untuk menyakiti hati kita. Padahal bisa saja kita hanya mendengar sambil lalu, menganggapnya tidak penting, dan kemudian hidup kita jauh lebih tenang karena tidak memikirkan apa yang orang lain katakan.

4. Berbuat baik kepadanya

Wah ini.. Hal tersulit yang pernah saya lakukan untuk orang yang pernah bermasalah dengan saya. Waktu mau melakukannya pun sampai termenung, untuk apa saya melakukannya? Kenapa harus dia yang saya baik-baikin? Manusiawi sekali sih ya.. Tapi coba deh.. Seperti tips-tips sebelumnya yang apabila belum dilakukan terasa berat untuk dilakukan, tetapi ketika saya selesai melakukannya, ada perasaaan relieve di dalam hati. Seperti berhasil menunjukkan kualitas pribadi kita. Orang lain boleh berbuat tidak baik kepada kita, tetapi kita akan tetap berperilaku baik kepada siapa pun. Sounds like an angel ya? :D

5. Just smile! Tujukan perhatian kepada keluarga dan hal-hal yang positif

Bener banget! Hanya dengan tersenyum, masalah-masalah yang dihadapi seperti jauh lebih ringan. Setelah itu, fokuskan diri saja untuk keluarga: anak-anak dan suami. Ingat dan lakukan hal-hal yang positif sehingga perlakuan atau kata-kata negatif dari orang lain pun terlupakan. Masih banyak yang bisa kita lakukan, daripada sekedar mengingat-ingat kesalahan orang lain kepada kita.

Bener-bener self reminder sih menulis artikel ini. Doakan saya konsisten dengan apa yang saya tulis ya hihihi.. Para Mom juga boleh lho ikut mencoba tips-tipsnya dan jadilah wanita yang lebih bahagia! :)